medcom.id: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berhenti menggunakan smartphone pribadinya dan mulai menggunakan "perangkat aman terenkripsi" yang telah disetujui oleh Secret Service.
Menurut Associated Press dan The New York Times, Trump berhenti menggunakan smartphone miliknya -- yang diduga adalah Samsung Galaxy -- setelah didorong oleh para ajudannya.
Pada bulan November, New York Times melaporkan bahwa Trump khawatir dia tidak lagi dibolehkan untuk menggunakan ponsel Androidnya setelah menjabat sebagai presiden.
Selama ini, Trump dikenal sebagai orang yang dapat dengan mudah dihubungi. Dia sering menjawab dan menelpon balik orang dengan nomor yang tidak dikenal.
"Alasan utamanya adalah keamanan," lapor New York Times, "sebagian ajudan Trump, yang tidak bisa menebak kapan wartawan, penasehat luar atau orang yang ingin menjadi penjabat menelpon langsung ke sang presiden terpilih, menunjukkan rasa lega."
Menurut Digital Trends, Trump bukanlah persiden pertama yang beradu argumen dengan organisasi keamanan terkait peraturan di Oval Office. Barack Obama, presiden pertama yang memiliki ponsel, harus berjuang keras agar dia diizinkan menggunakan BlackBerry.
Namun, kekhawatiran akan serangan siber, khususnya dari pemerintah asing, membuat badan keamanan menonaktifkan banyak fitur internet dan telepon dari ponsel tersebut. Hanya sedikit orang yang memiliki nomor dan alamat email sang presiden.
Obama kemudian mulai menggunakan iPhone yang memungkinkannya untuk berhubungan dengan sejumlah orang via email, menjelajah internet dan membaca berita, tapi tidak dapat mengambil foto, memutar musik atau mengirim SMS.
Obama juga menggunakan ponsel yang berbeda untuk mengirimkan tweet. Ponsel itu adalah salah satu dari sedikit perangkat yang bisa mengakses akun Twitter presiden untuk meminimalisir kemungkinan akun diretas. Mantan presiden Obama jarang mengunggah tweet sendiri dan dia selalu melakukan koordinasi dengan para stafnya.
Sebaliknya Trump justru memiliki akses hampir eksklusif akan akun Twitter-nya menjelang pelantikan. Sebagian orang menyebutkan bahwa hal ini akan menimbulkan bencana keamanan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan