Aplikasi media sosial Hyppe.
Aplikasi media sosial Hyppe.

Hyppe, Aplikasi Media Sosial Buatan Lokal

Teknologi media sosial aplikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Juni 2020 10:49
Jakarta: PT Hyppe Teknologi Indonesia mencoba kesuksesannya untuk membuat media sosial buatan dalam negeri dikenal di dunia. Mereka mengumumkan kehadiran aplikasi bernama Hyppe.
 
Diakui President Director PT Hyppe Teknologi Indonesia, Hondo Widajaja, bahwa peluang untuk menciptakan media sosial yang populer masih sangat luas kendati sudah ada pemain besar global. Hal ini didorong momen banyaknya pengguna yang bisa menjadi content creator dengan mudah.
 
Menurut riset Hootsuit, jumlah pengguna media sosial di Indonesia menyentuh 160 juta atau 59 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah ini juga didukung waktu rata-rata akses ke media sosial yang sangat tinggi, sekitar tiga jam 26 menit per hari, di atas rata-rata global yang hanya dua jam 24 menit per hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dibeberkan juga rata-rata penduduk Indonesia memiliki sekitar 10 akun media sosial berbeda per orang, baik aktif maupun tidak aktif. 65 persen dari pengguna juga menggunakannya untuk bekerja.
 
"Kami ingin berkontribusi lebih besar bagi bangsa dengan mendukung pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi digital melalui sektor teknologi. Caranya, membangun sebuah platform media sosial karya anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat global," tutur Hondo.
 
Di dalam Hyppe ada 10 unit bisnis yang nantinya hadir sebagai fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna. Semuanya adalah HyppeVid (large video content/landscape video), HyppeDiary (short video content/portrait video), HyppeStory (flash stroy), HyppeChat (chatting platform/avatar chat), dan HyppeCompetition (competition platform).
 
Kemudian ada HyppeSound (audio content & music player), HyppePic (photo/image content), HyppeScript (documents content/text format), HyppeLive (live streaming platform), dan HyppeGames (interactive/online games).
 
Nantinya pengguna bisa menjadi content creator dan memonetisasi konten yang mereka buat. Kehadiran teknologi blockchain dan fingerprint combat diklaim mampu melindungi hak kepemilikan konten yang diunggah ke Hyppe.
 
Hondo mengaku mengusung sistem sharing economy platform, bukan cuman content creator tapi viewer juga bisa mendapatkan reward dari melihat konten maupun iklan sponsor di dalam aplikasi Hyppe.
 
Vice President Hyppe Technology Holding Berhad, Sammy Goh mengaku aplikasi media sosial Hyppe akan hadir di 15 negara dalam waktu dekat. Mereka sedang menyiapkan data center di kawaasan BSD Tangerang untuk infrastruktur teknologi aplikasinya.
 

(MMI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif