WhatsApp menguji folder Offers & Updates untuk memisahkan pesan dari perusahaan besar agar kotak masuk pengguna lebih rapi dan mudah dikelola.
WhatsApp menguji folder Offers & Updates untuk memisahkan pesan dari perusahaan besar agar kotak masuk pengguna lebih rapi dan mudah dikelola.

WhatsApp Uji Folder Khusus Chat Bisnis, Bikin Kotak Masuk Lebih Rapi

Lufthi Anggraeni • 03 Agustus 2026 10:07
Ringkasnya gini..
  • WhatsApp menguji folder Offers & Updates untuk memisahkan pesan dari perusahaan besar secara otomatis.
  • Pesan bisnis dipindahkan setelah beberapa jam, maksimal 24 jam, namun pengguna tetap bisa menonaktifkan fitur ini.
  • Saat ini fitur baru berlaku untuk perusahaan besar dan belum memiliki jadwal peluncuran resmi.
Jakarta: WhatsApp tengah mengembangkan fitur baru untuk membantu pengguna mengelola percakapan dengan lebih rapi. Platform pesan instan milik Meta itu dikabarkan sedang menguji folder khusus bernama Offers & Updates.
 
Folder ini dilaporkan bertugas untuk menampung pesan dari perusahaan besar seperti bank, maskapai penerbangan, hingga layanan pengiriman. Mengutip TechCrunch, fitur ini hadir sebagai respons atas semakin banyaknya komunikasi bisnis di WhatsApp.
 
Seiring meningkatnya penggunaan WhatsApp Business Platform oleh perusahaan, kotak masuk pengguna kerap dipenuhi notifikasi promosi, kode diskon, hingga pembaruan status pengiriman. Kondisi tersebut membuat percakapan pribadi maupun grup menjadi lebih sulit ditemukan.

Apabila resmi dirilis secara luas, folder baru tersebut diharapkan dapat menjaga daftar chat utama tetap bersih tanpa menghilangkan akses pengguna terhadap pesan penting dari bisnis.

Pesan dari Perusahaan Besar Dipindahkan Otomatis

WhatsApp dilaporkan tengah menguji mekanisme otomatis untuk memindahkan percakapan dari perusahaan besar ke folder Offers & Updates setelah melewati periode waktu tertentu sejak pesan diterima. Meta disebut tengah menguji beberapa rentang waktu berbeda, dengan durasi maksimum hingga 24 jam.
 
Selama masa tersebut, pesan masih akan tampil di daftar chat utama. Namun setelah waktunya habis, percakapan akan dipindahkan secara otomatis ke folder khusus sehingga tidak lagi memenuhi halaman utama aplikasi.
 
Kategori pesan yang berpotensi masuk ke folder ini meliputi informasi promosi, kode kupon, pembaruan pengiriman barang, hingga notifikasi layanan dari perusahaan besar. Dengan begitu, pengguna tetap dapat mengakses informasi tersebut kapan saja tanpa harus mencarinya di antara chat pribadi.
 
Kendati proses pemindahan dilakukan otomatis, WhatsApp tetap memberikan kendali kepada pengguna. Fitur ini dapat dinonaktifkan melalui menu pengaturan apabila pengguna lebih memilih seluruh percakapan tetap berada di daftar chat utama.
 
Namun, pengguna tidak dapat menentukan sendiri durasi lama pesan akan dipindahkan. Opsi yang tersedia hanya menggunakan durasi yang ditetapkan Meta atau menonaktifkan fitur tersebut sepenuhnya.
 
WhatsApp Uji Folder Khusus Chat Bisnis, Bikin Kotak Masuk Lebih Rapi

Baru Berlaku untuk Perusahaan Besar

Pada tahap pengujian awal, fitur ini hanya diterapkan pada pesan yang berasal dari perusahaan besar yang menggunakan WhatsApp Business Platform. Akun WhatsApp Business milik usaha kecil maupun akun pribadi belum termasuk dalam cakupan fitur tersebut.
 
WhatsApp juga menyebutkan bahwa mereka akan mengevaluasi peluang memperluas fitur ini ke pelaku usaha kecil pada masa mendatang apabila hasil uji coba menunjukkan respons positif. Langkah tersebut sejalan dengan berbagai upaya Meta dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi gangguan dari pesan bisnis.
 
Sebelumnya, WhatsApp telah menghadirkan fitur berhenti berlangganan pesan pemasaran atau unsubscribe, membatasi jumlah pesan siaran atau broadcast yang dapat dikirim, hingga membatasi jumlah pesan bisnis yang dapat dikirim tanpa adanya respons dari pengguna.
 
Pengembangan fitur baru ini juga muncul di tengah pertumbuhan bisnis WhatsApp sebagai platform komunikasi perusahaan. Dalam laporan kinerja kuartal kedua 2026, Meta mengungkapkan bahwa pendapatan dari layanan aplikasi keluarga (Family of Apps) di luar iklan telah melampaui USD1 miliar (Rp18.03 triliun).
 
Pertumbuhan ini dilaporkan didorong oleh layanan pesan berbayar dan langganan WhatsApp. Semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan platform tersebut untuk layanan pelanggan, pemasaran, hingga dukungan berbasis AI.
 
Karena itu, pemisahan pesan bisnis ke folder tersendiri dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara fungsi WhatsApp sebagai aplikasi komunikasi pribadi dan sebagai kanal interaksi bisnis.
 
Hingga saat ini, Meta belum mengumumkan waktu fitur Offers & Updates akan mulai tersedia secara luas. Pengujian masih dilakukan bersama sejumlah mitra pengguna WhatsApp Business Platform sebelum dipertimbangkan untuk dirilis kepada seluruh pengguna.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA