Samsung Galaxy Z Fold8.
Samsung Galaxy Z Fold8.

Seukuran Paspor, Galaxy Z Fold8 Hapus Stigma Tebal dan Berat

Mohamad Mamduh • 07 Agustus 2026 18:36
Ringkasnya gini..
  • Kini, Galaxy Z Fold8 memangkas bobot hingga menyentuh angka 201 gram.
  • Menggenggam perangkat dengan sangat nyaman saat berdiri di dalam kereta atau transportasi publik untuk membaca notifikasi dan scrolling.
  • Transisi dari penggunaan satu tangan di Cover Screen menuju tampilan luas di Main Screen dapat dilakukan secara cepat dan seamless.
Jakarta: Selama bertahun-tahun, smartphone layar lipat kerap dibayangi oleh keterbatasan fisik berupa bodi tebal, bobot yang membebani saku, serta form factor yang kurang ergonomis. Samsung Galaxy Z Fold8 menjadi titik baliknya, mengusung konsep supreme pocketability, perangkat ini membuktikan bahwa ponsel berlayar besar kini dapat hadir dengan fleksibilitas tanpa mengorbankan kenyamanan mobilitas harian.
 
Ketika Samsung pertama kali memperkenalkan Galaxy Fold pada tahun 2019, perangkat tersebut berbobot 276 gram dengan ketebalan mencapai 17,1 mm saat dilipat. Pengurangan bobot terus berlanjut secara signifikan melalui generasi pendahulu seperti Galaxy Z Fold4 yang berbobot 263 gram, Galaxy Z Fold5 seberat 253 gram, hingga Galaxy Z Fold6 yang mencapai 239 gram.
 
Kini, Galaxy Z Fold8 memangkas bobot hingga menyentuh angka 201 gram. Pencapaian ini menembus batas bobot smartphone flagship konvensional yang saat ini umumnya berada di kisaran 220 hingga 235 gram. Ini tercapai berkat penyempurnaan struktur engsel dual-rail yang lebih ringkas, integrasi pelat titanium, serta optimalisasi lapisan Ultra Thin Glass generasi terbaru yang lebih tangguh dan tipis.

Selain masalah bobot, tantangan utama ponsel lipat generasi terdahulu adalah rasio layar luar yang terlalu jangkung dan sempit, sehingga kerap dijuluki pengguna seperti memegang remot TV yang menyulitkan pengetikan dua tangan.
 
Galaxy Z Fold8 menyelesaikan masalah ini dengan menghadirkan Cover Screen 5,5 inci berasio 10:16. Rasio ini memberikan proporsi lebar yang pas sehingga keyboard virtual terasa lega dan pengoperasian satu tangan menggunakan ibu jari berlangsung alami. Di saat yang sama, bodi perangkat mengusung passport-size design yang menyerupai dimensi paspor standar internasional.
 
Kombinasi ukuran dan bobot ini memberikan kepraktisan nyata bagi gaya hidup dinamis. Dengan bobot hanya 201 gram, perangkat tidak lagi menarik kantong kemeja atau membuat sling bag kecil melorot saat dibawa beraktivitas.
 
Pengguna dapat menggenggam perangkat dengan sangat nyaman saat berdiri di dalam kereta atau transportasi publik untuk membaca notifikasi dan scrolling media sosial. Selain itu, bentuknya yang ringkas membuatnya mudah dimasukkan ke dalam saku celana jeans maupun kantong jas formal tanpa memberikan tampilan menyimpul atau bulky.
 
Keunggulan kepraktisan luar tersebut dipadukan secara presisi dengan Main Screen 7,6 inci berasio 4:3 saat perangkat dibuka. Rasio pada layar utama memberikan area pandang yang sangat efektif untuk membaca e-book, meninjau dokumen kerja, hingga menikmati tayangan seperti menonton film secara imersif.
 
Transisi dari penggunaan satu tangan di Cover Screen menuju tampilan luas di Main Screen dapat dilakukan secara cepat dan seamless. Pengguna dapat memulai pengecekan pesan singkat saat berjalan, lalu membuka layar utama secara instan untuk meninjau laporan pekerjaan ketika sudah duduk di ruang rapat atau kafe.
 
Melalui Galaxy Z Fold8, selain memperbarui spesifikasi di atas kertas, Samsung berhasil menyelesaikan tantangan kenyamanan fisik yang menjadi hambatan utama adopsi ponsel lipat selama ini. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA