Ilustrasi serangan siber.
Ilustrasi serangan siber.

Bisnis Digital Tumbuh, Serangan Siber Juga Makin Banyak

Teknologi cyber security dimension data
Cahyandaru Kuncorojati • 28 Mei 2018 11:28
Jakarta: Serangan siber tidak bisa lagi diremehkan terutama bagi pelaku bisnis yang dewasa ini terus melakukan transformasi untuk mengubah bentuk bisnisnya atau merambah bisnis digital.
 
Di tahun 2017, menurut perusahaan solusi bisnis digital Dimension Data dalam laporan NTT Security 2018 Global Threat Intelligence Report menyebutkan bahwa di tahun 2017 World Economic Forum sepakat menganggap bahwa keamanan siber menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dunia saat ini.
 
Dari laporan tersebut dijabarkan bahwa ada beberapa sektor bisnis yang masuk dalam target serangan siber yang dilancarkan pada tahun 2017 secara global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sektor bisnis finansial dianggap mejadi sektor paling sering mendapat seranga siber. Sebesar 26 persen serangan siber yang terjadi sepanjang 2017 merupakan serangan yang ditujukan ke sektor finansial.
 
Sektor bisnis kedua yang kerap mendapat serangan siber adalah sektor teknologi sebesar 19 persen, dan layanan profesional serta bisnis sebanyak 10 persen kemudian disusul sektor bisnis manufaktur sebanyak sembilan persen dan sektor ritel di delapan persen.
 
Dimension Data memaparkan ada beberapa jenis serangan yang dilancarkan oleh penjahat siber.
 
Bisnis Digital Tumbuh, Serangan Siber Juga Makin Banyak
 
Tidak kurang ada tiga jenis serangan yang paling banyak ditemukan oleh mereka, di antaranya adalah spyware berupa keylogger, Trojan, dan virus atau worms. Spyware berupa keylogger ditaurh pada posisi tertinggi karena kemampuannya untuk mencuri informasi.
 
Keylogger merupakan malware yang bisa merekam setiap kegiatan pada keyboard korbannya sehingga diam-diam mereka merekam informasi yang diinput oleh korbannya. Lewat metode ini penjahat siber bisa memperoleh informasi penting termasuk kunci akses ke layanan korban.
 
Hal ini juga yang mendorong munculnya serangan siber yang dikenal sebagai ransomware, dimana penjahat siber bisa mengunci akses perangkat korban dan menyadera seluruh data penting yang tersimpan di dalamnya.
 
Mereka akan meminta tebusan uang ke korban apabila akses perangkat beserta datanya dikembalikan, sayangnya hal ini tidak menjamin sepenuhnya data Anda kembali.
 
Bisnis Digital Tumbuh, Serangan Siber Juga Makin Banyak
 
Dimension Data menemukan bahwa ransomware meningkat hingga 350 persen di tahun 2017 membuatnya mewakili tujuh persen jenis serangan malware yang terjadi di tahun itu.
 
75 persen ransomware yang terdeteksi terdiri dari jenis serangan Locky sebesar 45 persen dan WannaCry sebanyak 30 persen.
 
20 persen target serangan ransomware diketahui menargetkan sektor gaming yang membuat sektor ini menjadi langgana serangan ransomware.
 
17 persen serangan menargetkan layanan solusi bisnis dan profesional lalu 12 persen sektor kesehatan dan manufaktur sementara sektor teknologi hanya sebesar 11 persen.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif