Facebook akui bahwa hacker sempat akses data 29 juta penggunanya. (Photo by JOEL SAGET / AFP)
Facebook akui bahwa hacker sempat akses data 29 juta penggunanya. (Photo by JOEL SAGET / AFP)

Pembobol Facebook Akses Informasi Pribadi 29 Juta Orang

Teknologi media sosial facebook
Ellavie Ichlasa Amalia • 13 Oktober 2018 13:18
Jakarta:Pada September, sekelompok hacker menggunakan kelemahan pada fitur "view as" Facebook untuk mengakses puluhan juta akun media sosial tersebut. Sekarang, perusahaan media sosial itu mengeluarkan laporan lengkapnya.
 
Menurut pernytaan Facebook, para hacker mencuri token akses dari 30 juta akun. Sebelum ini, Facebook memperkirakan bahwa jumlah akun yang menjadi korban mencapai angka 50 juta.
 
Dengan mencuri token akses, ini memungkinkan para hacker untuk mendapatkan akses penuh akan akun dari puluhan juta orang tersebut, menurut laporan The Verge.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 30 juta akun tersebut, para hacker mengakses informasi kontak, seperti email dan nomor ponsel, dari 14 juta akun dan mendapatkan informasi ekstra -- seperti gender, agama, lokasi, informasi perangkat dan 15 pencarian terbaru -- dari 15 juta akun lainnya.
 
Para hacker tidak mengakses informasi apapun dari satu juta akun sisanya. "Kami mengatasi masalah ini dengan sangat serius," kata Guy Rosen, Vice President of Product Management, Facebook, Guy Rosen.
 
Facebook berjanji bahwa mereka akan memberitahukan 30 juta pengguna via Help Center dalam beberapa hari ke depan. Mereka juga mengatakan, tidak ada data yang diambil dari aplikasi pihak ketiga yang terhubung ke akun Facebook, seperti Instagram, Messenger dan WhatsApp.
 
Pada saat yang sama, mungkin ada serangan dalam skala lebih kecil yang belum Facebook temukan dalam penyelidikannya. Tidak ada indikasi bahwa para hacker mengunggah konten apapun ketika mereka masuk ke akun korban.
 
Tanda-tanda peningkatan aktivitas muncul pada 14 September. Namun, Facebook baru menyadari itu sebagai serangan siber 11 hari kemudian. Kelemahan ini lalu diumumkan dua hari kemudian, dan Facebook memberitahukannya pada para pengguna dan regulator.
 
Facebook juga mengonfirmasi bahwa FBI tengah menyelidiki kasus ini. Sayangnya, mereka tidak memberikan informasi lebih lengkap. Mereka hanya menyebutkan bahwa FBI telah meminta mereka untuk tidak menyebutkan siapa dalang di balik serangan ini.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif