Jelang Pemilu, BSSN Adakan Seminar Keamanan Siber
Ilustrasi.
Jakarta: Indonesia akan mengadakan pemilihan umum presiden tahun depan. Selain berita palsu atau hoaks, ancaman lain terhadap pemilu adalah serangan siber, seperti virus dan trojan.

Karena itulah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bekerja sama dengan HoneyNet Project dan Swiss German University untuk mengadakan seminar dan workshop.

Seminar bertema Peningkatan Kemampuan Deteksi dan Koordinasi Insiden Siber Secara Nasional pada Sabtu, 24 November di Prominence Tower, Alam Sutera, Tangerang.


Tujuan dari acara ini adalah untuk mengajak pegiat dan pakar IT untuk berkolaborasi dalam membangun pusat riset dan database tentang malware.

Direktur Deteksi Ancaman BSSN Sulistyo mengatakan bahwa proyek dengan HoneyNet Indonesia, yang tadinya ada di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, kini dibawahi oleh BSSN.



"Kita membangun jejaring di universitas perguruan tinggi untuk project HoneyPot, yaitu membangun pusat riset khusus buat malware. Ini sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Kita berharap ini bisa jadi sebuah proyek nasional," ujar Sulistyo.

Proyek ini bertujuan untuk membuat database untuk mengidentifikasi malware yang menyreang Indonesia. Diharapkan, para ahli akan bisa mengenali indikator gangguna pada perangkat dan juga ciri dari malware.

"Setelah kita tahu struktur malwarenya seperti apa, apa yang dia serang dan ganggu, kita bisa tahu sistim-sistim apa saja yg rentan terhadap malware tersebut. Lalu kita edukasikan ke publik, kita informasikan misalnya hati-hati ada serangan malware A yang berakibat ini dampaknya ABCD dan cara penanganannya," ujarnya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.