LinkedIn Salah Gunakan Data 18 Juta Non-Anggota?

Lufthi Anggraeni 26 November 2018 07:52 WIB
linkedin
LinkedIn Salah Gunakan Data 18 Juta Non-Anggota?
Komisi Perlindungan Data Irlandia melaporkan LinkedIn telah menyalahgunakan data non-pengguna.
Jakarta: Aplikasi Jaringan profesional milik Microsoft, LinkedIn, mengaku menggunakan alamat email dari 18 juta non-anggota layanannya secara tidak transparan. LinkedIn mengakui pelanggaran ini setelah Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia merilis laporan terkait.

Laporan DPC tersebut mencakup kurun waktu selama pertengahan tahun pertama tahun 2018. Satu keluhan pada tahun 2017 mendorong investigasi yang menemukan LinkedIn menggunakan 18 juta alamat email untuk mendorong masyarakat mendaftar pada layanannya.

DPC menemukan bahwa LinkedIn di Amerika Serikat telah menghimpun 18 juta alamat email non-anggota, dan menggunakannya untuk iklan bertarget pada Facebook.


Menurut laporan ini, LinkedIn Amerika Serikat melakukan hal tersebut tanpa instruksi dari LinkedIn Irlandia, kantor perwakilan yang bertugas untuk mengendalikan data.

Alasan insiden ini menarik perhatian DPC karena setelah perketatan regulasi General Data Protection Regulations (GDPR) Eropa mulai diberlakukan, LinkedIn memindahkan sejumlah pemprosesan data dari Irlandia ke Amerika Serikat.

Tidak hanya LinkedIn yang melakukan langkah tersebut untuk menghindari regulasi baru ini. Facebook juga memindahkan data dari 1,5 miliar pelanggannya dari Irlandia ke Amerika Serikat, sekitar satu bulan sebelum regulasi baru itu resmi diberlakukan.

Laporan ini juga menyebut bahwa LinkedIn secara damai menyelesaikan keluhan dan menghentikan pemanfaatan data pengguna secara tidak transparan tersebut. Namun, investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa LinkedIn menggunakan data personal untuk menyarankan jaringan personal untuk pengguna.

LinkedIn mengaku telah menghentikan praktik penggunaan data personal tersebut. LinkedIn dinilai sejumlah pihak beruntung, karena peraturan GDPR belum efektif kala perusahaannya menggunakan alamat email dan data personal tersebut.

Sebagai informasi, perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran pada peraturan GDPR akan dikenakan denda sebesar empat persen dari pendapatan global perusahaan pelanggar tersebut.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.