ESRI Indonesia dan Binus Gelar GIS Week, Kenalkan Sistem Informasi Geografis

Ellavie Ichlasa Amalia 24 Oktober 2018 13:19 WIB
teknologi
ESRI Indonesia dan Binus Gelar GIS Week, Kenalkan Sistem Informasi Geografis
Acara GIS Talkshow.
Jakarta: ESRI Indonesia dan Binus mengadakan acara  GIS (Geographic Information System) Week. Acara bertema "Geographical Information System Application in Big Data Era" ini diadakan di Biunis Alam Sutera, Tangerang Selatan pada 24-26 Oktober.

Tujuan dari acara tahunan ini adalah untuk memperkenalkan teknologi GIS atau Sistem Informasi Geografis. 

Ada enam acara utama dalam GIS Week 2018, yaitu GIS Talkshow, Industry Forum, Gallery, Hacks, Technology Exploration, dan Workshop.


Fredy Purnomo, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Binus, Fredy Purnomo menjelaskan bahwa GIS Week adalah acara tahunan yang digelar oleh ESRI. Tahun lalu, GIS Week diadakan di Universitas Indonesia. Tahun ini, acara tersebut diadakan di Binus. 

"Kami ingin agar acara ini bisa menjadi tempat bagi para ahli GIS untuk berkumpul dan saling berbagi ilmu," kata pria yang akrab dengan sapaan Fredy ini. "Pada saatnya, kami harap mereka juga akan bisa menularkan ilmunya pada dosen dan mahasiswa Binus."



Dalam salah satu sesi talkshow, CEO ESRI Indoensia, Achmad Istamar menjadi salah satu pembicara. "ESRI adalah penyedia solusi GIS dengan market share terbesar di dunia," katanya.

Soal penggunaan teknologi GIS di Indonesia, dia merasa Indonesia memiliki potensi yang besar.  "Bicara soal pergerakan manusia, ada tiga juta manusia yang keluar-masuk Jakarta setiap harinya. Itu bisa dilacak melalui ponsel selular," katanya saat ditemui di Binus Alam Sutera, Rabu, 24 Oktober 2018.

Solusi GIS digunakan baik oleh pemerintah atau perusahaan untuk kegiatan komersial.

"Teknologi ini bisa digunakan untuk memahami berbagai masalah yang ada di dunia, seperti masalah biodiversity, perubahan iklim. Sementara pihak swasta bisa menggunakannnya untuk mencari potensi pasar baru atau mencari sumber daya baru."



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.