Apple dikabarkan akan menghentikan MacBook Pro non-OLED demi menyederhanakan lini produk setelah hadirnya model layar sentuh.
Apple dikabarkan akan menghentikan MacBook Pro non-OLED demi menyederhanakan lini produk setelah hadirnya model layar sentuh.

Apple Kabarnya Hentikan MacBook Pro Non-OLED

Lufthi Anggraeni • 02 November 2026 16:40
Ringkasnya gini..
  • Apple dikabarkan akan menghentikan sejumlah MacBook Pro non-OLED setelah menghadirkan model dengan layar sentuh.
  • Laporan menyebut model premium non-touch berpotensi dihentikan saat generasi kedua MacBook Pro layar sentuh hadir pada tahun 2027.
  • Model dasar MacBook Pro 14 inci diperkirakan tetap tersedia, tetapi belum ada konfirmasi resmi dari Apple.
Jakarta: Apple dikabarkan berencana menghentikan penjualan sejumlah model MacBook Pro dengan layar non-OLED setelah memperkenalkan generasi laptop profesional terbarunya yang menggunakan layar OLED dan mendukung teknologi layar sentuh. 

Langkah tersebut diperkirakan menjadi bagian dari upaya perusahaan menyederhanakan lini produk MacBook Pro. Mengutip Phone Arena, laporan Mark Gurman menyebut Apple berpeluang menghentikan model MacBook Pro non-PROLED pada masa mendatang. 

Saat ini, Apple masih menawarkan model dengan layar standar dan desain notch bersamaan dengan varian terbaru. Meski demikian, Apple belum mengumumkan secara resmi rencana penghentian produk tersebut. 
 
MacBook Pro Neon Edge Display
 

MacBook Pro OLED Hadir dengan Layar Sentuh

Apple baru saja memperkenalkan MacBook Pro dengan layar PROLED XDR. Nama tersebut merupakan istilah pemasaran Apple untuk teknologi layar OLED yang mendukung interaksi sentuh. Model terbaru tersedia dalam pilihan ukuran 14 inci dan 16 inci. 

Selain panel OLED, perangkat ini membawa sejumlah perubahan, termasuk dukungan layar sentuh, Dynamic Island sebagai pengganti notch, serta logo Apple menyala di bagian belakang. Apple juga membekali perangkat tersebut dengan chip M5 Pro dan M5 Max. 

Perusahaan teknologi raksasa tersebut menyebut generasi baru MacBook Pro ini dirancang untuk mendukung kebutuhan profesional melalui peningkatan kualitas visual, performa, dan kemampuan pemrosesan. Berdasarkan pengumuman Apple, layar PROLED XDR menggunakan teknologi tandem OLED dengan tingkat kecerahan HDR puncak hingga 2.000 nit.

Selain itu, layar PROLED XDR juga mengusung rasio kontras 10.000.000:1, serta refresh rate adaptif 120Hz. Perangkat juga mendukung gamut warna P3 dan Adobe RGB. Sebagai informasi, MacBook Pro terbaru dijadwalkan mulai tersedia pada tanggal 6 November 2026.

Di pasar Amerika Serikat, harga model 14 inci dengan M5 Pro dimulai dari USD2.899 (Rp52,6 juta), sedangkan versi 16 inci dibanderol mulai USD3.399 (Rp61,7 juta). Varian dengan M5 Max memiliki harga awal USD4.499 (Rp81,6 juta) untuk ukuran 14 inci dan USD4.799 (Rp87,2 juta) untuk ukuran 16 inci.

Harga tersebut dilaporkan sekitar USD400 (Rp7,3 juta) lebih tinggi dibandingkan dengan model MacBook Pro reguler. Selisih harga ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan apabila Apple nantinya benar-benar mengurangi pilihan model non-OLED.

Apple Ingin Menyederhanakan Lini MacBook Pro

Mark Gurman memperkirakan keberadaan dua lini MacBook Pro dengan karakteristik layar berbeda dapat menambah beban rantai pasok Apple. Perusahaan asal Amerika Serikat ini harus mempertahankan produksi dan distribusi dua jenis perangkat dalam satu keluarga produk.

Menurut analisis, biaya produksi panel PROLED berpotensi turun seiring waktu. Apabila biaya tersebut semakin kompetitif, Apple diperkirakan memiliki ruang untuk menyederhanakan lini MacBook Pro dengan mengurangi atau menghentikan model non-PROLED.

Penyederhanaan tersebut juga dapat membantu Apple mengurangi kompleksitas produksi. Dengan lebih sedikit variasi model, Apple berpotensi memusatkan sumber daya pada perangkat dengan teknologi layar terbaru.

Namun, berdasarkan buletin Power On Bloomberg, AppleInsider melaporkan bahwa Apple berpotensi menghapus model MacBook Pro premium non-touchscreen saat generasi kedua MacBook Pro layar sentuh hadir pada tahun 2027.

Dalam skenario tersebut, model MacBook Pro 14 inci kelas dasar diperkirakan tetap dipertahankan. Perangkat itu disebut akan beralih menggunakan chip M7 dan desain lebih tipis serta ringan, tetapi tidak memperoleh dukungan layar sentuh.

Sementara itu, model kelas atas generasi berikutnya diperkirakan menggunakan chip M7 Pro dan M7 Max dengan perhatian lebih besar pada kemampuan kecerdasan buatan (AI). Informasi mengenai spesifikasi dan jadwal tersebut masih bersumber dari laporan, sehingga belum dapat dianggap sebagai konfirmasi resmi Apple.

Harga Lebih Tinggi Jadi Tantangan

Perubahan strategi produk tersebut berpotensi memengaruhi pilihan konsumen. Saat ini, model MacBook Pro dengan layar standar masih menawarkan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan performa kelas profesional tanpa harus membayar harga lebih tinggi untuk teknologi OLED dan layar sentuh.

Apabila Apple menghentikan model premium non-OLED, konsumen yang menginginkan konfigurasi lebih tinggi berpotensi perlu mempertimbangkan perangkat dengan layar PROLED XDR. Konsekuensinya, harga awal untuk memasuki segmen MacBook Pro kelas atas dapat meningkat.

Di sisi lain, mempertahankan model dasar 14 inci tanpa layar sentuh dapat memberi Apple pilihan dengan harga awal lebih terjangkau. Strategi ini memungkinkan perusahaan tetap menyediakan perangkat profesional bagi pengguna yang tidak membutuhkan seluruh fitur pada model premium.

Untuk saat ini, belum ada kepastian kapan Apple akan menghentikan model MacBook Pro non-PROLED. Perubahan tersebut juga bergantung pada perkembangan biaya produksi serta rencana generasi berikutnya. 

Dengan demikian, pengguna yang mempertimbangkan pembelian MacBook Pro sebaiknya memperlakukan kabar penghentian ini sebagai prediksi, bukan pengumuman resmi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA