OpenAI merilis data penggunaan ChatGPT untuk 165 aktivitas kerja di hampir 100 negara guna meneliti perkembangan AI dan tenaga kerja.
OpenAI merilis data penggunaan ChatGPT untuk 165 aktivitas kerja di hampir 100 negara guna meneliti perkembangan AI dan tenaga kerja.

OpenAI Rilis Data Penggunaan ChatGPT untuk Bekerja

Lufthi Anggraeni • 02 November 2026 08:50
Ringkasnya gini..
  • OpenAI merilis data penggunaan ChatGPT untuk 165 aktivitas kerja di hampir 100 negara.
  • Sepuluh aktivitas kerja teratas menyumbang 51,1% pesan pada Q3 2026, turun dari 56% pada Q1 2025.
  • Data mencakup pesan pengguna paket individual, tidak termasuk penggunaan ChatGPT Enterprise dan Codex.
Jakarta: OpenAI merilis kumpulan data OpenAI Signals terbaru untuk membantu peneliti memahami bagaimana masyarakat menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam aktivitas pekerjaan. 

Data tersebut mencakup 165 kategori aktivitas kerja di hampir 100 negara dan memperlihatkan perkembangan penggunaan ChatGPT, dari penyusunan materi pembelajaran hingga pemrograman serta analisis data bisnis.

Publikasi ini merupakan bagian dari upaya OpenAI Economic Research menyediakan bukti mengenai peran AI dalam perekonomian dan dunia kerja. Melalui data tersebut, peneliti dapat mempelajari perbedaan pola penggunaan ChatGPT antarnegara, mengamati perubahan dari waktu ke waktu, serta menghubungkannya dengan indikator ekonomi lainnya.

OpenAI mengelompokkan aktivitas penggunaan ChatGPT ke dalam 165 kategori yang disebut Intermediate Work Activities (IWA). Kategori ini mengacu pada jenis tugas yang umum dilakukan dalam berbagai profesi sehingga memungkinkan peneliti membandingkan penggunaan AI lintas bidang pekerjaan.

Data disajikan berdasarkan periode kuartalan, mulai kuartal pertama tahun 2025 hingga kuartal ketiga 2026. Dengan rentang tersebut, peneliti dapat mengamati bagaimana jenis pekerjaan yang dibantu ChatGPT berubah selama hampir dua tahun.
 
Indonesian Workplace Skills Infographic Mosaic
 

OpenAI Petakan 165 Aktivitas Kerja di Hampir 100 Negara

Data OpenAI Signals terbaru memberikan gambaran lebih terperinci mengenai penggunaan ChatGPT untuk pekerjaan. Aktivitas yang dianalisis mencakup berbagai kebutuhan profesional, seperti menyiapkan materi pembelajaran, mengembangkan konten pemasaran, melakukan pemrograman, hingga menganalisis data bisnis.

Untuk menyusun klasifikasi tersebut, OpenAI menggunakan kerangka kerja O*NET. Kerangka ini mengelompokkan tugas khusus dalam suatu profesi ke dalam kategori aktivitas kerja lebih luas yang dapat ditemukan di berbagai bidang pekerjaan.

Penggunaan standar klasifikasi yang sama memungkinkan peneliti membandingkan aktivitas pengguna ChatGPT dengan data pekerjaan dan ketenagakerjaan lainnya. Peneliti juga dapat menelusuri data berdasarkan negara, kelompok aktivitas, hingga jenis tugas yang lebih spesifik melalui visualisasi interaktif.

OpenAI menyebut terdapat variasi cukup besar dalam cara masyarakat di berbagai negara memanfaatkan ChatGPT untuk bekerja. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan penggunaan AI tidak selalu sama di setiap wilayah.

Melalui pemetaan ini, peneliti dapat mengidentifikasi aktivitas kerja yang paling banyak memanfaatkan ChatGPT di suatu negara, kemudian membandingkannya dengan negara lain. Data tersebut juga memungkinkan pengamatan terhadap perubahan komposisi aktivitas dari satu kuartal ke kuartal berikutnya.

Penggunaan untuk Bekerja Semakin Beragam

Salah satu temuan utama OpenAI adalah penggunaan ChatGPT untuk pekerjaan semakin tersebar ke berbagai kategori aktivitas. Artinya, pemanfaatan AI tidak lagi terlalu terkonsentrasi pada sejumlah tugas paling umum.

OpenAI mencatat bahwa di 74 negara yang memiliki data pengamatan konsisten setiap kuartal, sepuluh aktivitas kerja paling umum mewakili rata-rata 51,1% pesan terkait pekerjaan yang terklasifikasi pada kuartal ketiga tahun 2026.

Angka tersebut turun jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2025, saat sepuluh aktivitas teratas mencakup rata-rata 56% pesan terkait pekerjaan di negara-negara tersebut. Penurunan proporsi itu menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT untuk pekerjaan semakin menyebar ke kategori aktivitas lainnya. 

Dengan kata lain, masyarakat mulai memanfaatkan AI untuk jenis tugas lebih beragam, tidak hanya aktivitas yang sebelumnya paling sering dilakukan. OpenAI juga melihat kecenderungan setiap negara mengembangkan spesialisasi penggunaan AI yang berbeda. 

Perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan variasi jenis pekerjaan di masing-masing negara maupun tingkat akses masyarakat terhadap perangkat AI. Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa pola tersebut masih membuka ruang penelitian lebih lanjut. 

Data yang dirilis dapat membantu peneliti menguji faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan penggunaan AI antarnegara.

Data Penggunaan Dibandingkan dengan Aktivitas Kerja

Selain membandingkan penggunaan ChatGPT antarnegara, OpenAI menyediakan pendekatan untuk menghubungkan data tersebut dengan aktivitas pekerjaan dalam perekonomian Amerika Serikat. Melalui klasifikasi IWA, peneliti dapat membandingkan jenis tugas yang dilakukan pengguna ChatGPT dengan aktivitas kerja dalam berbagai profesi di AS. 

Perbandingan ini memberikan gambaran mengenai perbedaan antara pekerjaan yang dibantu AI dan keseluruhan aktivitas dalam perekonomian. OpenAI menemukan adanya perbedaan cukup besar antara kedua distribusi tersebut. 

Salah satu faktor utamanya adalah sekitar 43% komposisi aktivitas kerja yang telah dipetakan berdasarkan bobot jumlah tenaga kerja di AS masuk dalam kategori IWA lainnya. Kategori tersebut mencakup pekerjaan seperti memindahkan material, mengoperasikan kendaraan, serta mengelola catatan kesehatan atau rekam medis.

Aktivitas-aktivitas tersebut tidak ditampilkan sebagai kategori terpisah dalam hasil analisis penggunaan ChatGPT karena tidak memenuhi ambang keterwakilan yang konsisten dalam sampel awal pengguna ChatGPT di AS.

Perbandingan ini penting untuk memahami batas penggunaan AI dalam pekerjaan. Data penggunaan ChatGPT tidak secara otomatis mencerminkan keseluruhan aktivitas tenaga kerja. Sebagian pekerjaan yang dilakukan dalam perekonomian mungkin belum terwakili secara konsisten dalam data penggunaan platform.

Terapkan Perlindungan Privasi

OpenAI menyatakan data OpenAI Signals dirancang agar dapat digunakan untuk penelitian tanpa mengharuskan peneliti membaca percakapan individual pengguna. Untuk menjaga privasi, sistem otomatis mengklasifikasikan pesan setelah informasi yang dapat mengidentifikasi pengguna dihapus. 

OpenAI kemudian memublikasikan hasil dalam bentuk statistik agregat. Perusahaan teknologi ini juga tidak menampilkan hasil untuk kelompok pengguna berukuran kecil dan menambahkan derau statistik atau statistical noise guna membantu melindungi informasi individual.

OpenAI menegaskan bahwa kumpulan data terbaru hanya mencakup pesan terkait pekerjaan dari paket ChatGPT individual. Data tersebut tidak memasukkan pesan dari pelanggan perusahaan maupun aktivitas penggunaan Codex.

Melalui publikasi ini, OpenAI mengajak peneliti menggabungkan data Signals dengan sumber informasi lainnya untuk mengkaji dampak AI terhadap pekerja dan bisnis. Perusahaan berharap kumpulan data tersebut dapat membantu memperdalam pemahaman mengenai perubahan aktivitas kerja seiring meningkatnya penggunaan AI.

Rilis OpenAI Signals terbaru sekaligus memberikan gambaran bahwa pemanfaatan ChatGPT dalam pekerjaan semakin beragam. Namun, data ini merupakan gambaran aktivitas penggunaan platform, bukan pengukuran langsung terhadap produktivitas maupun dampak AI terhadap jumlah tenaga kerja.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA