Mengutip Digital Trends, biaya penggunaan API DeepSeek V4-Pro kini mengalami penurunan harga menjadi antara CNY0,025 (Rp65,31) hingga CNY6 (Rp15.675) per satu juta token, dari sebelumnya berada di kisaran CNY0,1 (Rp261) hingga CNY24 (Rp62.708).
Penurunan harga drastis tersebut membuat biaya operasional model AI flagship karya DeepSeek hanya seperempat dari harga awalnya. Perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok ini tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik pemangkasan harga permanen itu.
Namun sejumlah analis memperkirakan peningkatan ketersediaan chip AI buatan Huawei, khususnya seri Ascend 950, menjadi faktor utama yang memungkinkan DeepSeek dalam menekan biaya komputasi.
Sebagai informasi, model DeepSeek V4 sebelumnya diperkenalkan sebagai model AI generasi terbaru yang telah dioptimalkan untuk berjalan pada chip Huawei, bukan lagi bergantung sepenuhnya pada GPU buatan NVIDIA.
Strategi ini dinilai penting di tengah pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat terhadap industri semikonduktor Tiongkok. Saat pertama kali diluncurkan, DeepSeek V4-Pro dipasarkan dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan versi ringan bernama V4-Flash karena keterbatasan kapasitas komputasi kelas tinggi.
Namun DeepSeek sebelumnya telah memberi sinyal bahwa harga akan turun ketika produksi supernode Huawei Ascend 950 meningkat pada paruh kedua tahun ini. Kebijakan harga baru ini juga memunculkan spekulasi mengenai perang harga baru di industri AI.
Sebagai pengingat, DeepSeek sebelumnya telah dikenal masyarakat sebagai salah satu pemain yang menekan biaya pengembangan model AI secara signifikan dibandingkan dengan rival Barat seperti OpenAI dan Anthropic.
Beberapa analis bahkan menyebut langkah DeepSeek dapat mengubah struktur biaya layanan AI global, terutama bagi pengembang aplikasi dan perusahaan teknologi yang bergantung pada model bahasa besar atau large language model (LLM).
Dengan harga yang semakin murah, adopsi AI diperkirakan akan meningkat lebih cepat di berbagai sektor industri. Di sisi lain, perkembangan DeepSeek terus menjadi sorotan geopolitik. Amerika Serikat disebut semakin memperketat pengawasan terhadap perusahaan AI Tiongkok, termasuk dugaan penggunaan teknologi dan model AI Barat dalam proses pengembangan mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News