Jakarta: NetApp, perusahaan infrastruktur kecerdasan data, secara resmi mengumumkan kapabilitas hybrid multi-cloud terbaru yang dilengkapi dengan kontrol otonom. Langkah ini dirancang untuk memaksimalkan fleksibilitas, efisiensi, dan tata kelola perusahaan pada berbagai beban kerja tanpa mengabaikan pengawasan manusia. Melalui fitur baru ini, organisasi dapat mengadopsi strategi data modern di lingkungan on-premise maupun cloud secara konsisten dan terintegrasi.
Seiring berkembangnya aplikasi perusahaan dan beban kerja AI di lingkungan on-premise, public cloud, sovereign region, hingga arsitektur AI Factory, kompleksitas infrastruktur terbilang kian meningkat pesat. Administrasi manual tradisional, penggunaan perangkat yang terfragmentasi, serta strategi data yang terpisah berisiko memperlambat inovasi, meningkatkan risiko operasional, dan mempersulit pengendalian biaya.
NetApp menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan model operasi konsisten yang mampu mengimbangi kecepatan mesin sekaligus memenuhi standar tata kelola dan ketahanan. Senior Vice President dan General Manager Platform di NetApp, Sandeep Singh, menjelaskan bahwa arsitektur penyimpanan menentukan bagaimana setiap beban kerja berjalan.
Menurutnya, pelanggan tidak seharusnya dipaksa memilih antara performa dan kontrol infrastruktur on-premise dengan fleksibilitas cloud. Melalui kapabilitas anyar ini, NetApp membantu perusahaan menghilangkan batas antar-lingkungan, beroperasi dengan otonomi yang lebih besar, serta menjadikan kontrol, kedaulatan, dan efisiensi sebagai inti dari strategi data perusahaan.
Pembaruan platform NetApp ini menghadirkan berbagai solusi yang memperkuat pengelolaan hybrid multi-cloud secara menyeluruh. Salah satunya adalah NetApp Keystone Sovereign yang memberikan tata kelola regional lebih jelas guna mendukung kepatuhan kedaulatan data di Wilayah Ekonomi Eropa.
Selain itu, NetApp Console Autonomous Operations mengeliminasi beban kerja reaktif melalui otomatisasi berbasis hasil yang berjalan aman di lingkungan air-gapped, didukung orkestrasi agentic AI dan pengawasan manusia. Pengelolaan aset juga dipermudah lewat NetApp Console Fleet Management yang menawarkan observability serta AI terpadu.
Untuk kemudahan operasional harian, NetApp Console AI ChatOps Interface menyajikan antarmuka percakapan berbasis AI yang memungkinkan remediasi otomatis dan intent-based provisioning pada sistem ONTAP secara aman. Sementara itu, kemitraan strategis bersama Nutanix mengintegrasikan NetApp ONTAP dengan Nutanix Cloud Infrastructure demi mengoptimalkan lingkungan virtualisasi enterprise.
Group Vice President Cloud and Datacenters Enterprise Infrastructure IDC, Dave McCarthy, turut menilai bahwa strategi hybrid multi-cloud NetApp berhasil menjawab tantangan para pemimpin IT dalam mendukung beban kerja era AI. Pendekatan terpadu ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi organisasi untuk menjalankan beban kerja di lokasi paling tepat tanpa mengorbankan tata kelola maupun kendali operasional.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan