Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir telah memicu banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang mengakibatkan kerugian signifikan bagi masyarakat, kerusakan infrastruktur, dan gangguan layanan penting.
Di tengah upaya tanggap darurat yang dipimpin BNPB, komunikasi yang andal menjadi elemen krusial untuk mendukung koordinasi antara tim penyelamat, petugas lapangan, dan posko komando darurat.
Peralatan komunikasi yang didonasikan tersebut telah didistribusikan oleh BNPB kepada tim tanggap darurat di lapangan. Perangkat ini akan memastikan petugas tetap terhubung di lingkungan yang menantang dan berubah cepat, sehingga memperlancar arus informasi dan meningkatkan kolaborasi yang lebih efektif dalam operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan.
Inisiatif ini merupakan cerminan dari komitmen berkelanjutan Hytera Indonesia untuk mendampingi otoritas nasional dan masyarakat lokal di masa krisis. “Komunikasi yang efektif merupakan elemen yang penting dalam penanganan bencana, di mana kondisi seringkali tidak dapat diprediksi dan koordinasi menjadi sangat sulit,” ujar Deni Irawan, seorang pakar IT di BNPB.
Ia menambahkan, dukungan dari mitra seperti Hytera membantu tim BNPB untuk tetap terhubung dan fokus pada prioritas utama, yaitu melindungi nyawa dan membantu masyarakat yang terdampak.
Mars Li, Director of PT Hytera Communications Indonesia, menyatakan, Hytera telah bekerja sama dengan mitra dan otoritas lokal untuk mendukung kebutuhan komunikasi yang sangat penting di berbagai daerah.
Ia menegaskan bahwa dalam situasi darurat, kontribusi terhadap upaya tanggap bencana adalah cerminan dari komitmen jangka panjang Hytera terhadap masyarakat yang dilayani. Komitmen ini juga terlihat dari keterlibatan Hytera sebelumnya, seperti saat memberikan perangkat komunikasi darurat kepada Palang Merah Indonesia (PMI) setelah gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah pada tahun 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News