Langkah ini menjadi bagian dari perubahan prioritas perusahaan untuk mengarahkan lebih banyak sumber daya ke pengembangan AI dan perangkat baru. Menurut laporan dari Bloomberg, Apple mengakui adanya perubahan pada sejumlah posisi, tetapi menegaskan bahwa restrukturisasi tersebut juga akan menciptakan posisi baru di beberapa area perusahaan.
Perubahan ini berlangsung ketika Apple berupaya mempercepat pengembangan AI di tengah persaingan dengan perusahaan teknologi lain. Di sisi lain, Vision Pro juga menghadapi tantangan dalam membangun pasar untuk perangkat komputasi spasial Apple.
Lebih dari 200 Posisi Terdampak
Menurut laporan tersebut, lebih dari 200 pekerjaan terdampak dalam restrukturisasi terbaru Apple. Sekitar 100 posisi berasal dari organisasi Vision Pro, sementara posisi lainnya berasal dari tim Siri dan Intelligent Systems Experience yang menangani pengalaman software serta integrasi AI di berbagai perangkat Apple.Pada kelompok Vision Pro, perubahan terutama berdampak pada tim yang mengembangkan pengalaman gaming dan konten imersif. Laporan Bloomberg menyebut tim gaming Vision Pro sebagian besar dihentikan, sedangkan tim konten imersif mengalami pengurangan jumlah anggota.
Vision Pro merupakan salah satu taruhan besar Apple di kategori spatial computing. Headset tersebut diperkenalkan pada awal 2024 dengan harga mulai USD3.499 (Rp61,8 juta). Apple kemudian memperbarui perangkat tersebut dengan chip M5, tetapi penjualan dan adopsinya belum menunjukkan keberhasilan besar seperti sejumlah produk utama perusahaan lainnya.
Pengurangan tenaga kerja pada bagian gaming dan konten imersif menunjukkan bahwa Apple tampaknya melakukan penyesuaian terhadap strategi Vision Pro. Kendati demikian, pemangkasan pekerjaan tersebut tidak berarti Apple sepenuhnya menghentikan pengembangan headset.
Apple dilaporkan masih mengerjakan versi Vision Pro dengan desain lebih tipis dan ringan sebagai penerus perangkat saat ini. Namun, pengembangan perangkat XR yang lebih terjangkau disebut mengalami penundaan, termasuk rencana terkait panel layar dari Samsung Display.
Fokus Apple Bergeser ke AI
Restrukturisasi juga menyentuh tim Siri dan Intelligent Systems Experience. Kelompok tersebut memiliki peran dalam pengembangan Siri serta integrasi fitur AI ke dalam perangkat Apple. Perubahan organisasi ini berlangsung ketika Apple tengah berusaha mengejar ketertinggalannya dalam perlombaan AI generatif.Apple sebelumnya telah memperkenalkan Siri dengan arsitektur baru dan kemampuan berbasis AI. Versi Siri tersebut dirancang agar mampu menangani permintaan pengguna secara lebih kontekstual serta berinteraksi lebih mendalam dengan fitur dan aplikasi pada perangkat Apple. Versi beta publiknya dijadwalkan hadir pada tahun ini.
Dengan adanya perubahan struktur tim, Apple tampaknya mengalihkan sebagian sumber daya dari proyek tertentu menuju teknologi AI dan perangkat generasi berikutnya. Apple tidak menyatakan bahwa pengembangan Siri dihentikan.
Sebaliknya, perubahan tersebut dikaitkan dengan upaya menyesuaikan organisasi terhadap prioritas bisnis baru. Apple mengatakan perusahaan berfokus pada pengembangan bisnis untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Apple juga menyebut perubahan tersebut akan berdampak pada sejumlah posisi lama, sekaligus membuka posisi baru. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemangkasan pekerjaan merupakan bagian dari reorganisasi, bukan sekadar pengurangan jumlah karyawan secara menyeluruh.
Apple masih merekrut atau memindahkan tenaga kerja ke bidang tertentu yang dianggap lebih strategis.
Vision Pro Menghadapi Tantangan Baru
Pengurangan tim Vision Pro menjadi perhatian karena perangkat tersebut pernah diposisikan Apple sebagai produk penting untuk masa depan komputasi. Apple memperkenalkan Vision Pro sebagai perangkat yang menggabungkan konten digital dengan lingkungan pengguna melalui teknologi spatial computing.Namun, harga tinggi dan keterbatasan pasar menjadi tantangan bagi adopsi headset tersebut. Kondisi ini turut memengaruhi arah pengembangan produk Apple di kategori mixed reality. Pada saat bersamaan, Apple disebut mulai mengarahkan perhatian ke perangkat augmented reality dengan bentuk lebih ringan.
Kesuksesan smart glasses milik Meta menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya perhatian terhadap kategori tersebut. Apple berencana memperkenalkan smart glasses pada WWDC 2027 dan menargetkan peluncuran pada akhir tahun tersebut.
Jika rencana tersebut terealisasi, strategi Apple di bidang perangkat wearable dapat mengalami perubahan signifikan. Fokus perusahaan berpotensi bergeser dari headset besar seperti Vision Pro menuju perangkat yang lebih ringan dan praktis digunakan sehari-hari.
Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi Apple mengenai seluruh detail roadmap tersebut. Perubahan jumlah karyawan juga belum dapat dijadikan bukti bahwa Apple akan menghentikan Vision Pro.
Restrukturisasi di Tengah Persaingan AI
Pemangkasan pekerjaan pada tim Siri dan Vision Pro berlangsung ketika Apple menghadapi tekanan untuk mempercepat inovasi AI. Perusahaan teknologi lain telah mengintegrasikan AI generatif ke dalam mesin pencarian, smartphone, komputer, dan berbagai layanan digital.Apple perlu memastikan pengembangan AI berjalan sejalan dengan ekosistem perangkatnya. Siri menjadi salah satu komponen penting dalam strategi tersebut karena asisten suara Apple sudah terintegrasi ke berbagai produk, dari iPhone hingga Mac dan perangkat wearable.
Pada sisi perangkat keras, Apple juga harus menentukan posisi Vision Pro di tengah pasar headset XR yang masih berkembang. Pengurangan sebagian tim dapat menjadi bagian dari upaya mengalokasikan sumber daya secara lebih selektif.
Dengan lebih dari 200 posisi terdampak, restrukturisasi terbaru ini menjadi salah satu indikasi bahwa Apple sedang menata ulang prioritas pengembangan produknya. AI tampaknya menjadi salah satu bidang utama dalam strategi tersebut, sementara Apple tetap mengevaluasi arah pengembangan Vision Pro dan perangkat wearable masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda