Spotify akan memberi label AI Persona pada profil artis berbasis AI mulai bulan September 2026 dan mengecualikannya dari sejumlah rekomendasi.
Spotify akan memberi label AI Persona pada profil artis berbasis AI mulai bulan September 2026 dan mengecualikannya dari sejumlah rekomendasi.

Spotify Tandai Artis Buatan AI

Lufthi Anggraeni • 12 Agustus 2026 15:22
Ringkasnya gini..
  • Spotify akan menampilkan label AI Persona pada profil artis berbasis AI mulai pertengahan bulan September 2026.
  • Spotify akan mengecualikan AI Persona dari sejumlah rekomendasi editorial dan personal.
  • Kebijakan ini membedakan identitas artis AI dari penggunaan AI dalam proses produksi musik.
Jakarta: Spotify mulai memperketat transparansi mengenai identitas artis di platformnya dengan memperkenalkan label khusus untuk profil artis berbasis kecerdasan buatan atau AI. Mulai pertengahan bulan September 2026, layanan streaming musik tersebut akan menampilkan tanda AI Persona pada profil tertentu.
 
Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui ketika sosok artis di balik akun bukan manusia sungguhan. Kebijakan ini diumumkan Spotify pada tanggal 11 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan informasi lebih jelas kepada pendengar mengenai asal-usul artis serta konten musik yang mereka temukan. 
 
Mengutip Digital Trends, langkah tersebut muncul ketika penggunaan AI dalam industri musik berkembang pesat dan semakin sulit bagi pendengar membedakan artis manusia dengan identitas yang sepenuhnya dibuat menggunakan teknologi AI.

Label AI Persona Muncul di Profil Artis

Spotify akan menggunakan label AI Persona untuk menandai profil artis yang diketahui atau dinilai dibuat menggunakan AI. Label tersebut akan membantu pengguna mengenali identitas artis sejak mereka menemukan profilnya, tanpa harus mencari informasi tambahan dari sumber lain.

Selain memungkinkan artis mengungkapkan status mereka sebagai AI Persona, Spotify juga akan menggunakan kombinasi pemeriksaan manusia dan teknologi AI untuk mengidentifikasi profil yang diduga menggunakan identitas buatan. 
 
Sistem tersebut terutama ditujukan untuk profil dengan karakteristik visual yang menyerupai manusia tetapi sebenarnya dibuat secara artifisial. Spotify juga akan memberikan ruang bagi pengguna untuk melaporkan profil artis yang dicurigai sebagai AI Persona. 
 
Artis atau pihak terkait dapat mengajukan keberatan apabila merasa sebuah label diberikan secara keliru. Kebijakan ini tidak secara otomatis berarti Spotify akan melabeli setiap lagu yang dibuat dengan bantuan AI. 
 
Spotify membedakan antara identitas artis dan penggunaan AI dalam proses produksi musik. Dengan pendekatan tersebut, seorang musisi manusia tetap dapat menggunakan AI dalam proses kreatif tanpa otomatis dianggap sebagai artis AI. 
 
Misalnya, AI dapat digunakan untuk membantu produksi, vokal, lirik, instrumentasi, atau proses pascaproduksi. Spotify sebelumnya memang telah mengembangkan sistem pengungkapan penggunaan AI pada kredit lagu untuk memberikan konteks lebih rinci kepada pendengar.
 
Spotify Tandai Artis Buatan AI

Musik AI Tidak Masuk Rekomendasi

Selain menampilkan label, Spotify juga akan mengecualikan AI Persona dari sejumlah sistem rekomendasi. Musik dari profil tersebut tidak akan dimasukkan ke dalam rekomendasi editorial maupun rekomendasi personal yang diberikan berdasarkan kebiasaan mendengarkan pengguna.
 
Kebijakan tersebut menjadi perubahan penting karena algoritma rekomendasi Spotify memiliki peran besar dalam membantu pengguna menemukan musik baru. Dengan tidak memasukkan AI Persona ke dalam sistem rekomendasi tertentu, Spotify memberikan batas lebih jelas antara konten dari artis manusia dan profil yang identitasnya dibuat menggunakan AI.
 
Meski demikian, pembatasan tersebut tidak berarti musik dari AI Persona akan dihapus dari Spotify. Lagu tetap dapat tersedia di platform selama memenuhi aturan dan persyaratan distribusi Spotify. Pendengar juga masih dapat menemukan serta memutar musik tersebut secara langsung.
 
Pendekatan Spotify memperlihatkan bahwa perusahaan tidak mengambil posisi untuk melarang seluruh penggunaan AI dalam musik. Sebaliknya, fokus kebijakan terbaru berada pada transparansi identitas serta perlindungan pengalaman pendengar.

Langkah Spotify Hadapi Ledakan Musik AI

Kebijakan AI Persona merupakan kelanjutan dari sejumlah langkah Spotify dalam menghadapi meningkatnya penggunaan AI di industri musik. Pada bulan April 2026, Spotify memperkenalkan Verified by Spotify, tanda pada profil artis untuk menunjukkan bahwa profil tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan memenuhi kriteria tertentu terkait autentisitas serta kepercayaan. 
 
Spotify mengatakan lebih dari 99% artis yang secara aktif dicari oleh pendengarnya akan diverifikasi pada tahap awal, mencakup ratusan ribu artis. Spotify juga telah menyediakan informasi mengenai penggunaan AI melalui Song Credits. 
 
Melalui sistem tersebut, artis dan pemegang hak dapat mengungkapkan penggunaan AI dalam bagian tertentu dari proses pembuatan lagu, termasuk vokal, lirik, produksi, instrumentasi, atau pascaproduksi. Spotify sebelumnya menyatakan bahwa penggunaan AI dalam musik tidak selalu bersifat hitam-putih. 
 
Seorang artis dapat menggunakan AI hanya pada bagian tertentu dari proses kreatif tanpa membuat seluruh karya menjadi produk AI. Karena itu, Spotify memilih pendekatan transparansi lebih rinci daripada sekadar mengategorikan lagu sebagai AI atau bukan AI.
 
Pada bulan September 2025, Spotify juga mengumumkan penguatan perlindungan terhadap penyalahgunaan AI, termasuk aturan mengenai peniruan suara artis tanpa izin. Spotify menyatakan telah menghapus lebih dari 75 juta trek spam dalam periode 12 bulan, di tengah meningkatnya penggunaan perangkat AI generatif.

Fokus pada Kepercayaan Pendengar

Kemunculan artis AI yang tampil seolah-olah merupakan musisi sungguhan menjadi salah satu tantangan baru bagi layanan streaming. Profil dengan foto realistis, nama artis, musik, serta latar belakang fiktif dapat membuat pendengar kesulitan mengetahui sosok sebenarnya di balik akun.
 
Spotify sebelumnya juga menghadapi perhatian publik terkait profil artis yang diduga dibuat menggunakan AI. Perkembangan tersebut memperkuat kebutuhan terhadap mekanisme identifikasi lebih jelas bagi pengguna.
 
Di sisi lain, Spotify tidak sepenuhnya menolak teknologi AI. Perusahaan justru terus mengembangkan penggunaan AI secara terkontrol di dalam ekosistem musik. Pada bulan Mei 2026, Spotify dan Universal Music Group mengumumkan kerja sama lisensi untuk menghadirkan fitur pembuatan cover dan remix berbasis AI bagi pengguna Premium. 
 
Sistem tersebut dirancang agar artis dan penulis lagu tetap memperoleh bagian dari nilai ekonomi yang dihasilkan melalui kreasi berbasis AI. Dengan demikian, kebijakan AI Persona lebih tepat dilihat sebagai upaya membangun transparansi daripada larangan terhadap musik berbasis AI. 
 
Spotify tetap membuka ruang bagi teknologi tersebut, tetapi berusaha memastikan pendengar mengetahui konteks mengenai artis di balik musik yang mereka dengarkan. Label AI Persona dijadwalkan mulai diterapkan pada pertengahan bulan September 2026. 
 
Spotify masih akan mengembangkan sistem tersebut seiring bertambahnya penggunaan AI dalam industri musik. Spotify juga perlu memastikan proses identifikasi dan mekanisme banding berjalan akurat agar artis manusia tidak keliru ditandai sebagai AI Persona.
 
Langkah tersebut menandai perubahan penting dalam cara platform streaming menghadirkan informasi mengenai identitas artis. Ketika batas antara karya manusia dan AI semakin sulit dikenali, Spotify memilih memberikan penanda langsung kepada pendengar sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan kepercayaan di dalam platform.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA