Virtuship pertama kali diluncurkan bersama Telkom University dan akan diperluas secara bertahap ke perguruan tinggi lain di Indonesia. Program ini dikembangkan Telkomsel bersama Kuncie untuk membantu mahasiswa memperoleh pengalaman profesional yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Program perdana Virtuship untuk mahasiswa Telkom University mencakup studi kasus, penugasan, dan proyek yang merepresentasikan beragam peran serta tantangan pekerjaan dari berbagai direktorat di Telkomsel. Pola tersebut dirancang agar pembelajaran di kampus dapat bersinggungan langsung dengan praktik industri.
Virtuship Bisa Dikonversi Menjadi Kredit Semester
Salah satu aspek yang ditawarkan Virtuship adalah fleksibilitas pelaksanaannya. Program magang ini memiliki estimasi beban pembelajaran yang dapat dikonversikan menjadi kredit semester, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku di masing-masing universitas.Mahasiswa yang menyelesaikan seluruh persyaratan program juga akan mendapatkan sertifikat. Selain itu, peserta berpeluang masuk ke dalam talent pool Telkomsel untuk membuka kesempatan pengembangan karier berikutnya.
Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, mengatakan program tersebut dibuat untuk membantu mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan dunia profesional.
“Virtuship membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari proyek yang dekat dengan praktik industri, memperoleh umpan balik, serta membangun portofolio sebagai bekal memasuki dunia profesional.”
Menurut Indrawan, masih banyak mahasiswa yang memiliki potensi tetapi belum memperoleh kesempatan untuk menguji kompetensinya melalui pengalaman kerja yang relevan. Karena itu, Virtuship diarahkan sebagai ruang belajar yang dapat membantu mahasiswa mengenali potensinya sekaligus mempersiapkan masa depan karier.
Telkom University Jadi Kampus Awal
Peluncuran Virtuship secara resmi dilakukan di Bandung pada 10 Agustus 2026. Telkom University menjadi salah satu perguruan tinggi pertama yang bergabung dalam program tersebut. Ke depannya, akses Virtuship akan diperluas secara bertahap ke berbagai kampus di Indonesia.Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, S.T., M.Sc., menilai pengalaman langsung dari industri penting untuk menghadapi perubahan kebutuhan pekerjaan yang semakin cepat.
“Melalui Virtuship, mahasiswa dapat menghubungkan pembelajaran di kampus dengan tantangan profesional yang nyata.”
Ia berharap program tersebut dapat membantu mahasiswa memahami kompetensinya dengan lebih baik, menjadi lebih adaptif, dan lebih siap berkontribusi setelah menyelesaikan pendidikan.
Telkomsel dan YPT Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Peluncuran Virtuship juga diikuti penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Pemanfaatan Potensi Bersama antara Telkomsel dan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT).Kesepahaman tersebut menjadi landasan untuk memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan talenta, serta pemanfaatan kapabilitas kedua pihak untuk mendukung ekosistem pendidikan di Indonesia.
Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan kekuatan sektor pendidikan.
“Melalui sinergi ini, kami ingin menghubungkan kekuatan pendidikan dengan pengalaman dan kebutuhan industri agar semakin banyak talenta Indonesia memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan berkontribusi.”
Direktur Yayasan Pendidikan Telkom, Dodi Irawan, menambahkan bahwa Virtuship menjadi salah satu bentuk konkret kerja sama tersebut karena membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman industri yang lebih dekat.
“Virtuship menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut dengan membuka akses pengalaman industri yang lebih dekat bagi mahasiswa.”
Dengan peluncuran Virtuship dan penguatan kerja sama bersama YPT, Telkomsel ingin memperluas akses pembelajaran berbasis industri yang lebih inklusif dan relevan. Informasi lebih lanjut mengenai program ini tersedia melalui virtuship.id.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda