Peserta lari Beijing E-Town Half Marathon and Humanoid Robot Half Marathon. (AP/Haruna Furuhashi)
Peserta lari Beijing E-Town Half Marathon and Humanoid Robot Half Marathon. (AP/Haruna Furuhashi)

Bukan Bantu Polisi, Ratusan Robot Malah Lomba Lari!

Cahyandaru Kuncorojati • 20 April 2026 12:22
Ringkasnya gini..
  • Ratusan robot humanoid ikut half marathon di Beijing, menunjukkan kemajuan teknologi yang signifikan.
  • Robot Honor Lightning menang dengan waktu 50 menit, lebih cepat dari rekor manusia.
  • Meski makin canggih, beberapa robot masih jatuh dan alami kendala selama lomba.
Jakarta: Alih-alih digunakan untuk tugas industri atau keamanan seperti membantu kepolisian, ratusan robot humanoid justru tampil dalam ajang lomba lari jarak jauh di Beijing, Tiongkok.
 
Kompetisi half-marathon ini memperlihatkan bagaimana teknologi robot kini berkembang ke arah yang semakin tidak terduga. 
 
Ajang yang digelar pada 19 April 2026 tersebut diikuti lebih dari 100 robot dari berbagai perusahaan, termasuk peserta dari luar negeri. Skala ini jauh lebih besar dibanding edisi perdana tahun sebelumnya, sekaligus menunjukkan peningkatan minat terhadap pengembangan robot humanoid.

Dikutip dari laporan Channel News Asia,  perhatian tertuju pada robot bernama Lightning buatan Honor. Robot ini berhasil menyelesaikan lintasan sejauh 21 kilometer dalam waktu 50 menit 26 detik.
 
Catatan tersebut bahkan melampaui rekor dunia half-marathon manusia yang sebelumnya dibukukan Jacob Kiplimo dengan waktu sekitar 57 menit.
 
Dibanding tahun sebelumnya, peningkatan performa terlihat cukup drastis. Pada edisi perdana, robot tercepat hanya mampu mencatat waktu sekitar 2 jam 40 menit.
 
Saat itu, banyak robot masih membutuhkan bantuan operator manusia, bahkan beberapa mengalami kendala seperti jatuh di garis start. 
 
Pada edisi terbaru, sekitar 40 persen robot sudah mampu menyelesaikan lomba secara otonom, sementara sisanya masih dikendalikan dari jarak jauh.
 
Meski menunjukkan kemajuan, lomba tidak sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa robot dilaporkan mengalami gangguan, mulai dari terjatuh di awal lomba hingga menabrak pembatas lintasan.
 
Bahkan, setelah mencapai garis finish, ada robot yang masih kehilangan keseimbangan. Namun, secara keseluruhan, stabilitas dan kemampuan navigasi robot dinilai jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
 
Kompetisi ini dinilai menjadi bagian dari upaya Tiongkok dalam mempercepat pengembangan teknologi robot humanoid.
 
Pemerintah setempat menargetkan inovasi di sektor teknologi canggih dalam rencana 2026–2030, termasuk pengembangan robot cerdas untuk berbagai aplikasi.
 
Dalam laporan industri, perusahaan seperti AGIBOT, Unitree Robotics, dan UBTech disebut sebagai pemain utama dalam pengiriman robot humanoid secara global. Selain berlomba, robot dalam ajang ini juga digunakan untuk membantu jalannya acara, termasuk memberi arahan kepada peserta.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA