Ilustrasi
Ilustrasi

VMware vSphere+ dan vSAN+ Percepat Integrasi Hybrid Cloud

Mohammad Mamduh • 06 Juli 2022 14:13
Jakarta: VMware memperkenalkan VMware vSphere+ dan VMware vSAN+.
 
Solusi ini diklaim mendukung organisasi menghadirkan keunggulan teknologi cloud pada infrastruktur on-premise yang sudah mereka bangun, tanpa menyebabkan timbulnya disrupsi, baik pada workload maupun di sisi host sendiri.
 
Teknologi ini sebelumnya telah diperkenalkan pada perhelatan akbar VMworld 2021 lalu dalam bentuk technology preview berjuluk Project Arctic.
 
“Kehadiran VMware vSphere+ dan VMware vSAN+ merupakan evolusi besar-besaran yang dikembangkan pada solusi-solusi fondasional tersebut yang telah diketahui bersama dan dipercaya oleh pelanggan selama ini,” tutur Krish Prasad, senior vice president and general manager for VMware Cloud Platform Business, Cloud Infrastructure Business Group, VMware.
 
“Keduanya akan menjadi pemampu dalam menghadirkan keunggulan-keunggulan yang ada dalam teknologi cloud pada infrastruktur maupun workload di premis yang telah terbangun, serta kian mudah digunakan berkat adanya model subkripsi yang kian fleksibel,” imbuhnya.
 
VMware vSphere+ dan VMware vSAN+ merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi VMware Cloud dalam menghadirkan bangunan infrastruktur yang konsisten, dengan sejumlah kapabilitas bernilai tambah di seluruh lingkungan yang terdistribusi lokasinya.
 
Dengan vSphere+ dan vSAN+, nantinya pengguna diklaim bisa mengaktivasi layanan tambahan pada hybrid cloud yang menghadirkan sejumlah use case untuk aplikasi-aplikasi krusial bisnis yang berjalan di premis, seperti untuk mendukung upaya pemulihan bencana (disaster recovery) maupun perlindungan keamanan dari ransomware.
 
Semua pelanggan, terlepas skala bisnisnya, akan bisa menikmati kapabilitas-kapabilitas baru yang disuguhkan ini, menikmati pembaruan keamanan maupun produk dengan lebih cepat, serta merasakan operasi yang makin simpel tanpa perlu melakukan pengubahan pada aplikasi maupun hardware yang sudah ada.
 
“Tren baru dalam memodernisasi dengan melakukan transformasi pada infrastruktur on-premise dengan layanan cloud, menurut IDC, kini banyak dilirik oleh kalangan enterprise,” ucap Gary Chen, IDC Research Director, Software Defined Compute.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pengguna bisa menyematkan kapabilitas-kapabilitas inovatif yang bisa dihantarkan dalam waktu singkat dan terkelola sepenuhnya dari cloud sebagai bentuk upaya untuk mengatasi beragam kendala, seperti efisiensi dalam pengelolaan, perluasan skalabilitas operasi pada Kubernetes, hingga kebutuhan untuk DR.”
 
Di tengah tuntutan perusahaan yang tinggi kepada tim operasi dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, perlu dicari sebuah cara baru yang lebih efisien dalam menjaga dan melindungi infrastruktur agar tetap mampu mendukung lingkungan yang kian hari kian kompleks dan membengkak skalanya.
 
Acap kali terlihat dalam beberapa kasus, lingkungan vSphere punya pelanggan yang kondisinya begitu terdistribusi di lokasi-lokasi yang silo, di edge, maupun cloud. Ini tentu akan menjadikan kegiatan operasi dan pemeliharaan akan menjadi kian kompleks dan kurang efisien.
 
vSphere+ dan vSAN+ diklaim menghadirkan sebuah pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur yang terpadu pada lingkungan-lingkungan terdistiribusi tersebut melalui VMware Cloud Console.
 
Konsol ini menampilkan sejumlah fitur canggih, seperti inventaris global, konfigurasi, peringatan, administrasi, hingga status keamanan untuk penggelaran di on-premises. Admin nantinya bisa melakukan tugas operasional tertentu langsung dari VMware Cloud Console, seperti mengelola konfigurasi dan kebijakan di seluruh lokasi penggelaran.
 
Tugas utama dari tim pengembang adalah bagaimana memodernisasi aplikasi dan infrastruktur yang mereka kembangkan dan kelola guna mendukung proses software to production secara lebih cepat dan lebih baik.
 
vSphere+ diharapkan mampu mentransformasi infrastruktur on-premise menjadi sebuah platform Kubernetes yang siap untuk enterprise, yakni dengan menghadirkan hanya satu platform workload untuk menjalankan VM dan kontainer yang diorkestrasi oleh Kubernetes.
 
Salah satunya, termasuk kapabilitas dalam menghadirkan pengalaman penggunaan layanan multi-cloud Iaas bagi pengembang, yakni dengan memperluas kapabilitas VMware Tanzu Standard Runtime dalam mendukung pengembang menjalankan dan mengelola Kubernetes dalam skala tertentu secara konsisten dan efisien, baik itu di premis, public cloud, maupun di edge.
 
Inklusivitas yang disematkan pada VMware Tanzu Mission Control Essentials diharapkan bisa menghadirkan visibilitas global di seluruh jejak Kubernetes pelanggan sekaligus mampu mengautomasi tugas-tugas operasional mereka.
 
vSphere+ dan vSAN+ diharapkan sudah tersedia pada akhir kuartal kedua tahun finansial VMware FY23 Q2 (atau 29 Juli 2022). Tanzu Mission Control Essentials merupakan bagian dari vSphere+ dan diharapkan akan tersedia pada tahun finansial VMware FY23 Q3.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif