Wamenkominfo Nezar Patria.
Wamenkominfo Nezar Patria.

Indonesia Kerja Sama Pengembangan Teknologi AI dengan AS dan Tiongkok

Cahyandaru Kuncorojati • 07 Februari 2024 09:29
Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki kerja sama pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).  Hal yang sama juga dilakukan dengan pemerintah Tiongkok.
 
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menyatakan kerja sama itu sebagai tindak lanjut komitmen Pemerintah RI dalam mengembangkan ekosistem AI di Indonesia. 
 
“Hari ini saya melakukan bilateral meeting dengan Dr Seth Center dari Amerika Serikat selaku US Acting Special Envoy for Critical and Emerging Technology. Kita bicara bagaimana Tata Kelola AI yang sedang berlangsung di Amerika dan sejumlah persoalan Tata Kelola kecerdasan buatan secara global,” tuturnya di rangkaian forum global UNESCO tentang Etika AI di Brdo Congress Centre, Slovenia

Menurut Wamen Nezar Patria, komitmen Indonesia dalam mengembangkan teknologi AI memerlukan dukungan kerja sama dengan negara besar seperti Amerika Serikat. 
 
“Saya kira ini kesempatan yang baik juga untuk mempertajam, memperkuat, dan mendorong lebih maju lagi transfer pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan AI ini dengan negara-negara besar seperti Amerika,” jelasnya. 
 
Wamenkominfo menyatakan Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan kerja sama erat di bidang digital. Salah satunya mengenai pengembangan sumberdaya manusia atau talenta digital. 
 
“Kominfo sudah ada Program Digital Talent Scholarship yang bekerjasama dengan sejumlah universitas di Amerika Serikat. Diantaranya dengan Stanford University, Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dan Harvard University,” jelasnya. 
 
Program DTS merupakan salah satu pelatihan unggulan Kementerian Kominfo untuk melatih kemampuan dan pengembangan kompetensi talenta digital di level intermediate.
 
Di acara yang sama Wamenkominfo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister of Education Peoples Republic of China Wang Jiayi membahas kolaborasi pemanfaatan teknologi AI.
 
“Ini tentu saja akan memperkuat posisi Indonesia dengan politik yang bebas dan aktif. Kita bisa kolaborasi dengan banyak negara untuk memaksimalkan manfaat penggunaan AI dan meminimalkan risikonya,” tuturnya. 
 
Wamenkominfo menyatakan puluhan ribu orang pelajar Indonesia tengah melanjutkan pendidikan di China. Sebagian besar mengambil peminatan dalam bidang digitalisasi.
 
“Tadi disampaikan oleh Menteri Pendidikan China Wang Jiayi bahwa ada sekitar 40 ribu mahasiswa Indonesia yang bersekolah di China saat ini. Dan mereka umumnya mendalami sektor teknologi,” tandasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA