Tokocrypto Ingin Majukan Ekosistem Blockchain

Ellavie Ichlasa Amalia 16 September 2018 18:14 WIB
cryptocurrency
Tokocrypto Ingin Majukan Ekosistem Blockchain
Pembukaan acara In Blocks. (Medcom.id)
Jakarta: Tokocrypto resmi diluncurkan kemarin, Sabtu, 15 September 2018, bersamaan dengan diadakannya acara In Blocks. Sejatinya, Tokocrypto menawarkan layanan jual-beli cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum. 

"Kami merupakan bursa cryptocurrency. Fokus kami adalah pada kemudahan penggunaan. Anda hanya memerlukan waktu sekitar 3-4 menit untuk memasukkan uang deposit," kata Pang Xue Kai, Founder dan CEO Tokocrypto saat ditemui di Grand Hyatt. 

Pria yang akrab dengan sapaan Kai ini mengatakan Tokocrypto bekerja sama dengan penyedia wallet pihak ketiga untuk memastikan bahwa cryptocurrency pelanggan aman. Dia menjelaskan, Tokocrypto juga membatasi transaksi yang bisa pengguna lakukan setiap hari untuk meminimalisir risiko penipuan. 


"Satu hal yang membedakan Tokocrypto dengan bursa cryptocurrency lainnya adalah kami fokus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan teknologi blockchain dan cryptocurrency," kata Kai. Dia menyebutkan, di Indonesia, tidak banyak orang yang mengerti tentang penggunaan teknologi blockchain dan juga cryptocurrency. Karena itulah, Tokocrypto berusaha mengedukasi masyarakat. 

Inilah alasan mengapa Tokocrypto menyediakan layanan lain selain layanan jual-beli uang virtual, Salah satu layanan itu adalah Toko News. Seperti namanya, Toko News berfungsi untuk memberikan informasi terbaru tentang dunia aset digital.

Untuk menyediakan fitur ini, Tokocrypto akan bekerja sama dengan media lokal untuk menyammpaikan konten terkait penggunaan teknologi blockchain dan juga cryptocurrency.



Untuk mengadakan acara In Blocks, Tokocrypto juga menggandeng TTP Protocol dan Rate 3 sebagai sponsor.

Founder dan President TTP Protocol, Brian Cheong menjelaskan tentang bagaimana teknologi blockchain bisa diintegrasikan pada media sosial sehingga para penggunanya bisa memonetisasi kegiatan mereka di media sosial. 

"Salah satu masalah pada media sosial, pengguna adalah konten kreator. Namun, semua nilai komersil bukan pada pengguna, tapi pada penyedia layanan," kata pria dengan sapaan Brian ini. "Sementara risiko ditanggung pengguna, seperti ketika terjadi skandal pada Facebook."

"Karena itu, kami mulai membangun protokol untuk layanan media sosial sehingga Anda bisa mendapatkan uang ketika Anda berkontribusi pada platform, baik membuat konten baru atau berinteraksi dengan konten yang sudah ada," kata Brian. Sejauh ini, protokol TTP Protocol telah digunakan oleh tataUFO, git.eco dan ALIVE. 

Sementara Rate 3 menyediakan layanan teknologi blockchain untuk perusahaan. Ada dua layanan yang Rate 3 sediakan yaitu Tokenization and Identity. Co-founder dan CEO Rate 3, Jake Goh menjelaskan bahwa Tokenization merupakan layanan untuk mengubah aset fisik menjadi aset digital. 

Jake menjelaskan, salah satu keuntungan bagi perusahaan untuk mengubah aset fisik menjadi aset digital adalah aset tersebut menjadi lebih mudah untuk diperjualbelikan. 

"Misalnya, sebuah perusahaan memiliki pabrik di Bandung yang performanya tidak Dengan Tokenization, Anda bisa meminjamkan pabrik itu ke orang lain di luar negeri tanpa harus meminta calon penyewa untuk datang dan melihat pabrik Anda," katanya. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.