Head of Ads Marketing Google Indonesia menjabarkan serba-serbi soal iklan di YouTube.
Head of Ads Marketing Google Indonesia menjabarkan serba-serbi soal iklan di YouTube.

YouTube: Skincare Jadi Tren di YouTube selama Pandemi

Teknologi youtube
Lufthi Anggraeni • 23 Oktober 2021 14:13
Jakarta: YouTube menjadi salah satu platform jejaring sosial yang masih mendominasi ranah platform berbasis video yang kini tengah digempur oleh kehadiran platform baru dengan format konten berdurasi singkat.
 
Gempuran ini nyatanya tidak menurunkan minat masyarakat terhadap konten yang beredar di YouTube, sebab YouTube mencatatkan pergeseran tren di tahun 2021 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Pada tahun 2021 ini, survei yang dilakukan Comscore MMX menyebut bahwa YouTube telah memiliki lebih dari 100 juta penonton unik, seperti yang disampaikan oleh Head of Ads Marketing Google Indonesia Yolanda Sastra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita lihat YouTube ini sudah menjangkau lebih dari 100 juta orang yang berumur lebih dari 18 tahun di Indonesia setiap bulannya. Jumlah ini ada kenaikan 30 persen dari tahun sebelumnya,” jelas Yolanda.
 
Hal ini menyebabkan peningkatan durasi tonton masyarakat Indonesia selama tahun 2021 ini, yang juga didorong oleh pandemik Covid-19, mengakibatkan semakin banyak masyarakat beraktivitas, termasuk dalam mencari hiburan, di rumah akibat penerapan pembatasan sosial.
 
Pandemi ini disebut Yolanda turut menjadikan konten skincare menjadi salah satu tren di YouTube selama 2021, sebab pembatasan yang diterapkan pemerintah memaksa masyarakat juga melakukan kegiatan memanjakan diri di rumah, dan menjadikan YouTube sebagai medium mencari informasi dan referensi.
 
Kategori skincare ini mengalami pertumbuhan waktu tonton dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Uniknya, lanjut Yolanda, konten kategori skincare yang lebih diidentikan dengan ranahnya kaum hawa ini tidak hanya terkait produk perawatan untuk perempuan, tapi juga produk perawatan untuk laki-laki.
 
Selain skincare, konten terkait finansial seperti soal literasi finansial, cara investasi dan lainnya turut menjadi trend di kalangan pengguna YouTube. Kategori ini juga mengalami peningkatan dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Kategori konten terkait makanan juga mengalami peningkatan waktu tonton sebesar 40 persen dari tahun sebelumnya, diikuti kategori drama sebesar 50 persen, dan role playing games sekitar 70 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Yolanda turut menyebut peningkatan ini juga selaras dengan ketersediaan ragam konten di YouTube.
 
“Biasanya memang watch time dan konten itu go hand-in-hand. Kita lihat memang kalo secara jumlah kreator di YouTUbe itu naik sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kita lihat sekarang ada 11 ribu channel dengan subscriber 100 ribu atau lebih,” jelas Yolanda.
 
Yolanda juga menyebut bahwa peningkatan ini tidak hanya sebagai dampak dari pembatasan aktivitas sosial selama pandemi, tapi didorong oleh keinginan masyarakat dalam mencari inspirasi kreatif, pemberdayaan, entertainment atau hiburan, serta terkait dengan kebahagiaan mereka.
 
Disinggung soal tren iklan YouTube pada tahun 2021, Yolanda menjelaskan bahwa pihaknya menemukan iklan di platform YouTube telah menjangkau masyarakat secara lebih luas. Hal ini menjadi keuntungan pengiklan yang memanfaatkan YouTube untuk memasarkan produk mereka.
 
Sebab tidak hanya memiliki cakupan luas, Yolanda juga mengklaim YouTube juga menawarkan kemampuan kepada pengiklan untuk melakukan personalisasi pada distribusi iklan di platform yang dinaungi Google ini.
 
Pengiklan dapat memanfaatkan alat yang disediakan YouTube untuk menyesuaikan penempatan iklan pada video yang mungkin ditonton oleh target konsumen, serta format durasi video iklan, yang sesuai dengan target dari iklan tersebut.
 
Menyoal YouTube Works Awards Indonesia, Yolanda menyebut tahun ini merupakan gelaran pertama ajang kompetisi iklan yang berlangsung selama enam bulan sejak masa awal pendaftarannya ini.
 
Meskipun demikian, YouTube Works Awards bukan kali pertama diselenggarakan oleh Google, sebab ajang ini telah terlebih dahulu dihelat di sejumlah negara, dengan Amerika Serikat sebagai negara pertama penyelenggaraan ajang ini.
 
Yolanda menyebut penyelenggaraan YouTube Works Awards Indonesia pertama pada tahun 2021 ini didasari oleh pertimbangan bahwa tahun ini menjadi tahun yang tepat, mengingat penetrasi dan pemahaman digital Indonesia telah jauh lebih baik, yang juga terakselerasi akibat pandemi.
 
Selain kreativitas dalam mewujudkan ide kreatif, penjurian untuk ajang ini juga berdasarkan kategori lainnya seperti ekspresi kreatif dalam menyuguhkan tujuan strategis, serta pemanfaatan YouTube secara strategis, dan signifikansi dari efek yang dihasilkan iklan tersebut terhadap bisnis.
 
YouTube Works Awards Indonesia 2021 ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat Indonesia, terlihat dengan terpilihnya 400 pendaftar dari berbagai bidang industri dan skala bisnis yang masuk ke tahap penjurian.
 
Sebagai informasi, penjurian ajang YouTube Works Awards Indonesia ini dipimpin oleh Kantar, terdiri dari 27 juri dari berbagai latar belakang, Yolanda juga menegaskan bahwa pihak YouTube tidak ikut serta dalam proses penjurian.
 
YouTube berharap dapat kembali menyelenggarakan ajang ini pada tahun 2022 mendatang, meski mengaku perlu melakukan evaluasi dari penyelenggaraan ajang tahun ini terlebih dahulu, sebagai bahan pertimbangan lebih jauh.
 
Untuk pengiklan yang ingin memanfaatkan YouTube dalam mendistribusikan iklan mereka, Yolanda menyarankan framework yang disebut dengan nama ABCD, yaitu Attracting atau menarik di lima detik pertama, serta Brand dengan memastikan branding terlihat jelas di sepanjang iklan.
 
Selain itu, framework selanjutnya yaitu Connect, membangun koneksi dengan penonton dengan menampilkan emosi yang sesuai dan menarik. Selanjutnya yaitu Direct, mengharuskan pengiklan menyematkan tindakan yang mereka ingin penonton lakukan setelah menonton iklan tersebut.
 
Yolanda juga menegaskan pentingnya penentuan strategi media yang tepat di YouTube, seperti secara jelas memastikan konsumen yang ingin dijangkau via iklan. Dengan demikian, pengiklan akan dapat menentukan strategi yang jelas di YouTube, tujuan bisnis dan kecukupan paparan terhadap target konsumen.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif