Bisnis di Indonesia Harus Canggih dan Pintar Analisis

Cahyandaru Kuncorojati 15 Februari 2018 17:07 WIB
corporate
Bisnis di Indonesia Harus Canggih dan Pintar Analisis
Semakin banyak data yang dihasilkan dari sebuah bisnis bisa dimanfaatkan untuk dianalisis kembali menjadi informasi yang lebih berharga.
Jakarta: Saat bisnis berjalan maka ada banyak data yang diperoleh. Di era digital, data menjadi sesuatu yang penting karena dengan begitu banyak data maka banyak analisa yang bisa dilakukan untuk menghasil berbagai macam informasi atau insight.

Country Manager perusahaan layanan analisis SAS Indonesia Peter Sugiapranata menuturkan bahwa kegiatan analisis menjadi jalan sebuah bisnis bisa menemuukan peluang untuk kesuksesannya.

"Sangat penting bagi bisnis untuk memahami segmen pelanggan yang akan menjadi target, cara menjangkaunya secara efektif dan menemukan cara kreatif untuk melibatkan mereka. Perusahaan juga harus memiliki informasi cerdas yang dapat ditindaklanjuti dan prediktif untuk memastikan tidak ada kejutan saat mereka menjalankan operasional," jelas Peter.


Menurut Peter banyak bisnis di Indonesia yang sudah menyadari bahwa memiliki data tanpa analisis sama dengan memiliki peti harta karun yang terkunci, namun tidak memiliki kuncinya.

"Meskipun pengadopsian analisis secara relatif berada di tahap awal, ada pengadopsi awal yang memanfaatkan analisis lanjutan untuk menghasilkan kecerdasan from hindsight to foresight," imbuhnya.

Di tahun 2018, Peter menyebutkan SAS Indonesia berharap bisa melihat peningkatan adopsi analisis oleh bisnis atau perusahaan di Indonesia dan menyadari data operasional bisa menjadi informasi yang bisa lebih berharga dengan kegiatan analis lebih lanjut.

Selain itu, Peter juga memprediksi ada perubahan dalam jenis analisis yang diadopsi. Tahap awal berupa analisisi deskriptif yang di dalamnya menggunakan data historis berisi informasi dari hal yang sudah terjadi berubah menjadi analisis prediktif dan preskriptif.

"Inovasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin/machine learning akan mendorong adopsi analisis dan menimbulkan ekonomi analisis, dengan nilai dan transparansi data menjadi keharusan bagi organisasi," ungkap Peter.

Peter memiliki pandangan analisis, intelijen bisnis dan pengelolaan data menjadi inti kesuksesan bisnis saat ini, kurang satu maka fungsinya dan benefitnya tidak bisa didapatkan.

"Di tahun 2018, kami berharap dapat melihat peningkatan kepercayaan terhadap analisis sebagai enabler bisnis yang penting karena IoT, kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin/machine learning mendorong pengadopsian analisis. SAS ingin fokus menjadikan analisis dapat diakses oleh semua orang dan memajukan keragaman analisis dalam skala yang jauh lebih besar," beber Peter.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.