Kasus Paul Logan Bikin Google Lebih Ketat Pantau YouTube
Google mengumumkan akan memperketat pengawasannya terhadap saluran di YouTube.
Jakarta: Google akan mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap saluran YouTube yang menjadi bagian dari periklanan premium Google Preferred. Google akan menugaskan moderator manusia dan pembelajaran mesin pengawasan tersebut.

Moderator manusia dan mesin pembelajaran tersebut bertugas mendeteksi video yang tidak sesuai untuk menjadi bagian dari paket Preferred. Langkah ini sebagai tanggapan dari kekhawatiran pengiklan terkait video kurang pantas untuk anak.

Kekhawatiran pengiklan juga dilaporkan kian meningkat setelah salah satu bintang YouTube, salah satunya Paul Logan, menampilkan tingkah laku yang dianggap menyinggung. Paul Logan menjadi salah satu pemilik saluran YouTube yang tidak lagi menjadi bagian dari platform Peferred setelah mengunggah video menampilkan jenazah di hutan di Aokigahara, Jepang.


Google menyebut Peferred sebagai koleksi dari saluran YouTube paling populer di antara pengguna YouTube di Amerika Serikat berusia 18 hingga 34 tahun.

Selain itu, saluran tersebut merupakan saluran yang paling menarik serta berisi konten aman terhadap merek di YouTube. Koleksi ini dikelompokan ke dalam kategori seperti fesyen, kultur pop, dan resep.

Namun, kontroversi terkini dari Paul Logan mengejutkan YouTube. Paul menghapus video setelah ditonton banyak pihak, disalin dan tersebar di berbagai platform lainnya. Hal ini juga menjadi krisis moderasi lebih besar bagi Google, yang pada bulan lalu menyebut akan memperbanyak staf moderator menjadi 10.000 orang.

Sementara itu, perwakilan YouTube menyebut bahwa Google Preferred hadir untuk membantu konsumen agar dapat menjangkau audiens paling bersemangat di YouTube dengan mudah.

Google Preferred diklaim telah mendapatkan sambutan baik dari konsumen sejak tahun lalu, terlihat dari jumlah kerja sama dengan merek besar.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.