Google tengah menguji kemampuan memainkan game di layanana Stadia via jaringan 4G dan 5G.
Google tengah menguji kemampuan memainkan game di layanana Stadia via jaringan 4G dan 5G.

Google Stadia Uji Streaming Game 4G dan 5G

Teknologi teknologi game google google stadia
Lufthi Anggraeni • 29 Juli 2020 08:47
Jakarta: Google mengumumkan pengguna kini dapat memainkan game di layanan gaming cloud Google Stadia di smartphone Android melalui konektivitas 4G dan 5G. Namun, pengguna harus menyetujui untuk menjadi bagian dari eksperimen.
 
Diluncurkan sejak November 2019 lalu, pengguna hanya dapat memainkan game di layanan Stadia di ponsel via WiFi, kecuali pengguna mengakalinya dengan menjadikan jaringan seluler sebagai wifi portabel dan melakukan tethering ke ponsel lokasi Stadia terhubung.
 
Mengutip The Verge, Google menjelaskan bagi pengguna yang ingin menjadi bagian dari eksperimen, pengguna perlu mengakses aplikasi Stadia di ponsel Android, ketuk avatar pengguna dan pilih Experiments, kemudian pilih Use Mobile Data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada uji coba memainkan Stadia yang dilakukan pada konektivitas 90Mbps, tim The Verge mengaku mendapati pengalaman beragam, dari benar-benar bisa dimainkan hingga terganggu oleh lag. Pengujian ini dilakukannya pada bulan November 2019 lalu.
 
Belum tersedia informasi terkait upaya Google dalam menghadirkan perubahan guna menyuguhkan pengalaman bermain yang mulus secara konsisten saat dimainkan via jaringan konektivitas seluler, terutama saat terhubung dengan konektivitas jaringan secara langsung dan bukan via tethering.
 
Informasi terbaru ini menjadi update terbesar untuk Stadia sejak peluncurannya, termasuk menghadirkan layanan ini ke hampir seluruh ponsel Android, memungkinkan pengendali Stadia untuk bekerja secara nirkabel dengan perangkat Android, dan meluncurkan versi gratis dari layanan ini.
 
Sebelumnya, developer game independen ternyata enggan membuat game untuk tersedia di layanan Google Stadia. Penelusuran menemukan ada dua alasan yang membuat mereka tidak antusias dengan layanan tersebut.
 
Beberapa developer yang pernah ditawarkan kerja sama mengakui bahwa Google Stadia tidak menyediakan insentif yang cukup besar. Insentif menjadi hal penting mengingat developer sangat butuh uang untuk menciptakan game.
 
Alasan kedua para developer game independen masih berpikir dua kali bergabung dengan Google Stadia adalah menyoal nasib layanan tersebut. Google dikenal kerap menyuntik mati beberapa layanan yang sudah memiliki usia cukup panjang.
 
Sementara itu, Google menggelar webinar Google for Media pertama dengan tema Innovation in the Newsroom, dan menjelaskan metode kerjasama yang dijalinnya dengan lembaga berita di Indonesia.
 

(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif