Google merilis tanggapannya terkait situasi larangan dagang yang melibatkan Huawei.
Google merilis tanggapannya terkait situasi larangan dagang yang melibatkan Huawei.

Google: Jangan Pasang Aplikasi Kami di Ponsel Huawei Baru

Teknologi teknologi google huawei
Lufthi Anggraeni • 24 Februari 2020 09:25
Jakarta: Pada hari Jumat lalu, Google merilis artikel pendukung untuk mengklarifikasi terkait situasi yang terjadi dengan Huawei. Pada tahun 2019 lalu, pemerintah Amerika Serikat (AS) melarang perusahaan asal negaranya untuk berbisnis dengan Huawei.
 
Dalam unggahan tersebut yang dikutip situs 9to5Google, kepala bagian legal Google Android dan Google Play Tristan Ostrowski menjelaskan bahwa perusahaannya dilarang bekerja sama dengan Huawei pada model perangkat baru.
 
Selain itu, Ostrowski juga menjelaskan bahwa Google juga dilarang untuk menyediakan aplikasi karya Google termasuk Gmail, YouTube, Play Store dan lainnya sebagai aplikasi bawaan pada perangkat tersebut. Google menyebut bahwa masih terdapat sejumlah kebingungan terkait situasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Google mengaku terus menerima sejumlah pertanyaan terkait perangkat Huawei, termasuk terkait ketersediaan aplikasi dan layanan Google pada model baru yang diluncurkan, atau model yang diluncurkan setelah tanggal 16 Mei 2019 yang telah tersedia di negara selain Tiongkok.
 
Artikel ini berisi sejumlah komentar langsung Google terkait dengan situasi yang melibatkan Huawei ini. Google secara jelas menghindari berkomentar terkait Huawei sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, seperti yang ditekankan oleh badan intelijen dan anggota parlemen AS.
 
Google menekankan bahwa fokusnya adalah melindungi keamanan pengguna di jutaan perangkat Huawei yang tersedia di seluruh dunia. Ostrowski juga menjelaskan bahwa Google telah bekerja sama dengan Huawei, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
 
Hal ini dilakukannya dengan menyediakan update keamanan dan update ke aplikasi dan layanan Google pada perangkat yang telah dipasarkan, dan Ostrowski menyebut Google akan melanjutkan penyediaan update ini selama diizinkan.
 
Produk Huawei yang dirilis sebelum tanggal 16 Mei 2019 masih akan menerima update untuk aplikasi dan layanan Google, hingga keputusan selanjutnya. Namun perangkat yang dirilis setelah tanggal tersebut masuk ke dalam kategori tidak bersertifikasi.
 
Google tidak lagi dapat menempatkan perangkat ini pada pemeriksaan keamanan berkala atau membekali mereka dengan software Google Play Protect, yang dapat mendeteksi saat perangkat telah dikompromikan.
 
Google memperingatkan konsumen dengan produk Huawei lebih baru untuk tidak mencoba mengunduh Gmail, YouTube, Play Store, atau software Google lain ke perangkat tidak bersertifikasi tersebut. Karena Google tidak dapat menjamin software tersebut merupakan versi asli atau versi gratis dari malware.
 
Google mencoba menghindari sisi politik dari situasi ini, namun juga dengan tegas mencegah masyarakat memanfaatkan rute pintu belakang untuk mempertahankan akses ke layanan populer raksasa mesin pencarian tersebut.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif