Sesuai dengan tema tahun ini, “Explore what’s next,” Red Hat Summit: Connect memberikan penghargaan atas kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat, mentransformasi model bisnis mereka, dan memberikan pengalaman lebih baik bagi pelanggan melalui open source.
"Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi USD146 miliar tahun 2025, dan ini akan dibarengi dengan peluang besar untuk mendorong konektivitas dan perdagangan,” ujar Country Manager Red Hat Indonesia Vony Tjiu.
Vony menambahkan saat perubahan di lanskap bisnis di ASEAN semakin cepat, Red Hat mengaku ingin memberikan penghargaan atas pencapaian pelanggan yang sudah menunjukkan cara open source dapat membantu bisnis tetap lincah dan responsif terhadap tren pasar dan pelanggan.
Pemenang Innovation Award dari Indonesia, lanjut Vony, telah menunjukkan agilitas dan inovasi yang luar biasa dalam penggunaan teknologi seperti hybrid cloud dan pengembangan cloud native untuk bisnis dan pelanggan.
Tahun ini, Red Hat APAC Innovation Awards memberikan pengakuan atas kesuksesan transformasi digital di 26 perusahaan di wilayah ini, melalui pemanfaatan solusi Red Hat secara kreatif agar tetap terdepan dalam tren industri, dan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Red Hat menilai bahwa dalam lingkungan bisnis yang berubah cepat saat ini, agilitas dan inovasi sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Menurut laporan State of Enterprise Open Source 2022 dari Red Hat, sebanyak 95 persen dari enterprise di Asia Pasifik mengatakan bahwa open source penting bagi keseluruhan strategi software infrastruktur perusahaan.
Open source dinilai mampu membantu bisnis tetap gesit dan mampu merespon perubahan permintaan pelanggan dalam jangka panjang. Pemenang memperlihatkan dampak positif penggunaan solusi Red Hat dalam mendukung visi bisnis, budaya di tempat kerja, industri, dan komunitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News