Roket Long March 3B yang membawa Satelit Nusantara 2 dari Xichang, Tiongkok, dan gagal mengorbit. (PSN)
Roket Long March 3B yang membawa Satelit Nusantara 2 dari Xichang, Tiongkok, dan gagal mengorbit. (PSN)

Kominfo Pertahankan Slot Orbit Indonesia, Siapkan Satelit Baru

Teknologi Kominfo teknologi telekomunikasi
Cahyandaru Kuncorojati • 06 Januari 2021 13:48
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempertahankan slot ornit satelit di posisi 113 BT yang sempat akan dihapuskan oleh International Telecommunication Union (ITU).
 
Langkah tersebut perlu diambil karena ITU menilai Indonesia tidak lagi memanfaatkan slot tersebut. Indonesia sendiri saat ini masih memiliki Satelit Palapa D yang mengorbit di slot 113 BT namun statusnya sudah berakhir masa operasinya di 2020.
 
Diketahui Indonesia meluncurkan Satelit Nusantara 2 pada April 2020 untuk pengganti namun mengalami kegagalan meluncur dalam prosesnya. Hal ini yang berpotensi penghapusan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 oleh ITU.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kominfo menyatakan kini ITU sudah menerima permohonan Indonesia untuk perpanjangan batas waktu hingga 31 Desember 2024. Kominfo langsung membentuk tim evaluasi untuk mencari pihak yang mau mengisi slot orbit satelit tersebut.
 
Beruntung Kominfo sudah menemukannya. Mereka mengumumkan bahwa PT Telkom Satelit Indonesia sanggup dan memenuhi penilaian untuk pengadaan satelit di slor orbit 113 BT. Mereka diharapkan bisa meluncurkan satelit sebelum 31 Desember 2024.
 
"Evaluasi tersebut berisi penilaian terhadap aspek finansial, regulatori, teknis, dan bisnis dari para calon pengguna slot orbit 113BT," ujar PLT Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.
 
Kementerian Kominfo telah memulai Proyek Satelit Multifungsi agar layanan telekomunikasi dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Pada tahun 2023 dihararap mampu menghadirkan akses WiFi gratis di 150.000 titik layanan publik di berbagai penjuru nusantara termasuk kawasan terdepan, terpencil, dan tertinggal.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif