Dalam Tiga Tahun, Huawei Jual 45 Juta Smartphone Enjoy

Lufthi Anggraeni 16 Oktober 2018 10:01 WIB
huawei
Dalam Tiga Tahun, Huawei Jual 45 Juta Smartphone Enjoy
Huawei mengumumkan telah memasarkan sebanyak lebih dari 45 juta smartphone Enjoy di seluruh dunia.
Jakarta: Huawei resmi merilis Enjoy 9 Plus dan Enjoy Max pada satu ajang di Tiongkok.
Perangkat dengan desain serupa Honor 8X dan 8X Max ini hadir dengan spesifikasi sedikit berbeda dengan dua perangkat Honor tersebut, serta berbekal merek Huawei.

Pada acara perilisan tersebut, Huawei mengumumkan pencapaian penting bagi perusahaannya, yaitu telah menjual sebanyak lebih dari 45 juta smartphone Enjoy di seluruh dunia.

Sebagai informasi, Huawei mulai memasarkan ponsel cerdas tersebut sejak tahun 2015 atau tiga tahun lalu. Pada awal kemunculannya, Huawei merilis Enjoy 5 dan Enjoy 5s sebagai perangkat pertama di lini ini.


Keduanya menargetkan konsumen beranggaran terbatas, yang menginginkan produk dengan harga sekitar CNY1.000 atau sekitar USD145 (Rp2,2 juta) hingga CNY1.999 atau sekitar USD289 (Rp4,4 juta).

Satu tahun kemudian, pada tahun 2016, Huawei merilis Enjoy 6 dan Enjoy 6S, dan Enjoy 7, Enjoy 7S dan Enjoy 7 Plus dirilis pada tahun 2017. Untuk tahun 2018 ini, Huawei merilis tiga smartphone terbaru di lini ini yaitu Enjoy 8, Enjoy 8e dan Enjoy 8 Plus.

Peluncuran produk Enjoy baru pada tahun 2018 disebut GSM Arena tergolong mudah, sebab menggunakan hardware yang telah dipasarkan Huawei dengan nama berbeda di pasar tertentu.

Sementara itu, Enjoy 9 Plus dan Enjoy Max diprediksi akan membantu perusahaan menjual lebih banyak unit hingga jutaan di seri ini dalam beberapa bulan mendatang.

Sementara itu, rasa cemas Amerika Serikat terhadap aksi mata-mata Tiongkok lewat perangkat teknologi dan internet kini semakin jadi.

Beberapa senator Amerika Serikat yang diketahui bernama Mark Warner dan Marco Rubio sudah menyurati Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau untuk memblokir masuknya Huawei ke negara mereka lebih luas lagi.

Dalam isi surat tersebut, dikabarkan sang senator membeberkan ancaman yang dilakukan Tiongkok lewat teknologi dan internet berdasarkan fata yang ditemukan Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya.

Mereka berusaha meyakinkan bahwa membuka pengembangan ekosistem 5G kepada Huawei adalah bahaya.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.