foto: The Verge
foto: The Verge

Google Klaim Stadia Lebih Kencang dari PS4 dan Xbox

Teknologi google games
Cahyandaru Kuncorojati • 21 Maret 2019 15:45
Jakarta: Dalam presentasi di acara Game Developers Conference (GDC) 2019, Google mengklaim bahwa layanan Stadia mereka akan lebih tangguh dibandingkan PlayStation 4 Pro dan Xbox One X.
 
Di atas panggung, diperlihatkan bahwa Google Stadia memiliki performa teraflops lebih tinggi dibandingkan dua konsol lain. Perlu diketahui, teraflops merupakan satuan kemampuan komputasi yang ditemukan pada prosesor maupun kartu grafis atau GPU.
 
Google memamerkan angka teraflops dari GPU yang digunakan. Artinya kualitas visual game yang disajikan akan sangat cepat dan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disebutkan bahwa Google Stadia memiliki performa GPU 10,7 teraflops, sementara PS4 Pro 4,2 teraflops, dan Xbox One X 6 teraflops. Dalam hal ini, tidak mengherankan apabila Google Stadia lebih unggul. GPU mereka tertanam pada data center atau server, sementara PS4 Pro dan Xbox One X langsung di dalam konsolnya.
 
Dikutip dari The Verge, AMD jadi pemenang tender untuk penyedia prosesor dan GPU di data center Google Stadia. Google menyebut bahwa setiap server Stadia menggunakan prosesor x86 AMD 2,7GHz versi custom didukung RAM 16GB. GPU AMD yang digunakan juga versi kustomisasi.
 
Meskipun begitu, angka teraflops tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan. Alasannya banyak kartu grafis di pasar yang sudah mengejar performa tersebut. Misalnya NVIDIA RTX 2080 memiliki 10,1 teraflops dan AMD Radeon RX Vega 56 di 10,5 teraflops.
 
Faktanya, kartu grafis tersebut masih kesulitan untuk bisa menyajikan game di resolusi 4K. Sementara Google Stadia mengklaim bisa menyajikannya di framerate 60fps. Bahkan, mereka menjanjikan 80fps di frame rate 120fps.
 
Kemungkinan, Google Stadia mengandalkan seluruh GPU di servernya sehingga bisa menyajikan kualitas grafis dan resolusi tertinggi. Benefit bagi developer game adalah mereka bisa membuat game dengan grafis semaksimal mungkin dan menyerahkan resources GPU yang harus digunakan pada server Stadia.
 
Google menyatakan bakal menyediakan layanan Stadia didukung data center miliknya yang tersebar di lebih dari 200 negara, dan menggunakan koneksi internet kabel fiber optik. Dalam waktu dekat Google Stadia baru hadir di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif