Twitter meluncurkan fitur baru untuk mencegah penyebaran konten anti-vaksin. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)
Twitter meluncurkan fitur baru untuk mencegah penyebaran konten anti-vaksin. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)

Ini Cara Twitter Hadang Konten Palsu Anti-Vaksin

Teknologi media sosial twitter
Ellavie Ichlasa Amalia • 15 Mei 2019 13:04
Jakarta:Minggu lalu, Twitter mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan fitur baru di pencarian. Fitur itu akan mendorong pengguna untuk mengakses vaccines.org, yang ada di bawah Departemen Kesehatan Amerika Serikat (HHS), ketika mereka melakukan pencarian terkait vaksin.
 
Pada hari Jumat, pengguna Twitter di AS yang mencari informasi terkait vaksin akan melihat post HHS yang lalu akan mengarahkan mereka ke informasi kesehatan terpercaya dan bukannya informasi salah tentang anti-vaksin.
 
Dalam beberapa bulan belakangan, perusahaan media sosial seperti Facebook dan Twitter mendapatkan tekanan dari para regulator dan masyarakat untuk menghapus konten anti-vaksin dari platform mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berkomitmen untuk melindungi obrolan tentang kesehatan masyarakat di Twitter," tulis perusahaan microblogging dalam sebuah blog.
 
"Memastikan pengguna bisa mencari tahu dari sumber terpercaya adalah kunci dari menyukseskan misi itu."
 
Sayangnya, saat ini, fitur baru Twitter ini hanya ada di beberapa negara saja. Menurut The Verge, fitur tersebut hanya muncul untuk pengguna AS, Kanada, Inggris, Brasil, dan Korea Selatan. Konten itu muncul baik ketika pengguna mengakses Twitter melalui Android, iOS, atau situs mobile.
 
Sementara itu, versi desktop dari fitur itu hanya tersedia untuk pengguna di Indonesia, Jepang, Singapura, dan negara-negara Amerika Latin yang kebanyakan memiliki bahasa ibu Spanyol.
 
Twitter menggunakan fitur serupa ketika pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci terkait bunuh diri. Pengguna akan diarahkan untuk menelpon organisasi pencegah bunuh diri.
 
Menurut artikel blog-nya, Twitter berencana untuk menggunakan alat ini ke kata kunci pencarian terkait kesehatan lainnya di masa depan.
 
"Fitur baru ini didasarkan fitur yang telah ada untuk memastikan konten tak kredibel tentang keamanan vaksin tak tersebar luas," kata Twitter.
 
Twitter bukan satu-satunya perusahaan media sosial yang melawan konten anti-vaksin. Minggu lalu, Instagram memutuskan untuk memblokir tagar yang digunakan untuk menyebarkan konten anti-vaksin.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif