Geser Amazon, Microsoft Jadi Perusahaan Termahal Kedua
Microsoft mengumumkan pencapaiannya sebagai perusahaan paling berharga kedua di Amerika Serikat.
Jakarta: Microsoft baru saja mengumumkan pencapaian terbarunya sebagai perusahaan paling berharga kedua di Amerika Serikat, setelah dikalahkan oleh Amazon pada bulan April pada tahun 2017 lalu. Informasi yang beredar menyebut bahwa Microsoft melaporkan hasil keuntungan per kuartal yang baik.

Laporan tersebut menyebut keuntungan Microsoft berasal dari bisnis komputasi awan miliknya, sedangkan Amazon mengalami kerugian sebesar USD65 miliar (Rp989,3 triliun) dari kapitalisasi pasarnya.

Sementara itu, Apple masih merajai daftar ini dengan nilai sebesar USD1 triliun (Rp15.200 triliun), diikuti Microsoft dan Amazon.


Amazon mengalami penurunan nilai saham sebesar tujuh persen akibat tidak berhasil mencapai targetnya pada penjualan musim liburan lalu. Microsoft kini bernilai sebesar USD823 miliar (Rp12,6 triliun), lebih tinggi dari kapitalisasi pasar Amazon sebesar USD805 miliar (Rp12,2 triliun).

Apple dilaporkan GSM Arena akan menyampaikan laporan hasil pendapatan per kuartal perusahaannya pada tanggal 1 November mendatang. Laporan tersebut diperkirakan termasuk dengan informasi hasil penjualan ponsel terbarunya, yaitu iPhone XS dan iPhone XS Max.

Sebelumnya, Microsoft semakin menunjukan keseriusannya untuk membawa bisnis konsol game Xbox ke arah game mobile. Data dari Microsoft Research terungkap bahwa perusahaan tersebut berencana merilis kontroler Xbox untuk smartphone dan tablet.

Sementara itu, beredar informasi di Twitter menyebut bahwa smartphone prototipe karya Microsoft Research berbekal fitur layar sekunder dalam bentuk cover e-Ink. Smartphone konsep Display Cover ini untuk meningkatkan produktivitas dan kenyamanan.

Microsoft kembali menjajal kemampuan produk karyanya pada ranah fesyen, salah satunya ditampilkan di ajang Jakarta Fashion Week ke-11 lalu.

London College of Fashion memanfaatkan Microsoft HoloLens dan Azure dalam teknologi AI, Internet of Things (IoT), dan solusi database yang dituangkan dalam proyek "Future of Fashion Incubator".



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.