Red Hat mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud Series, ajang pertemuan praktisi dan pakar strategi.
Red Hat mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud Series, ajang pertemuan praktisi dan pakar strategi.

Red Hat Bantu Perusahaan Gunakan Hybrid Cloud

Teknologi red hat
Lufthi Anggraeni • 11 Juli 2019 17:11
Jakarta: Red Hat mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud Series, ajang yang ditujukan untuk mempertemukan pakar strategi dan praktisi hybrid cloud. Selain Jakarta, ajang ini juga diselenggarakan di 11 kota di wilayah Asia.
 
“Perpindahan ke cloud tidak lagi menjadi hal yang bisa dihindari. Karena cloud telah menjadi salah satu teknologi yang mendorong dan merupakan bagian penting dari proses transformasi digital,” ujar VP and GM Asian Growth and Emerging Markets Red Hat, Damien Wong.
 
Pada ajang ini, Red Hat fokus dalam membantu perusahaan di wilayah Asia Pasifik untuk menjembatani layanan cloud yang digunakan dalam menjalankan aplikasi dan layanan perusahaan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Red Hat, layanan cloud hibrida dan multicloud telah menjadi data center baru yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mempercepat proses penyuguhan inovasi mereka, dan interkonektivitas menjadi faktor utama kelancaran proses tersebut.
 
Aplikasi modern membutuhkan kecepatan, fleksibilitas, dan pilihan di platform tempat mereka bernaung untuk dapat disebarluaskan kepada pengguna. Karenanya, Red Hat meluncurkan Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat OpenShift 4 untuk membantu perusahaan di Asia Pasifik menghadapi hal tersebut.
 
Red Hat Enterprise Linux 8 membantu perusahaan dalam membangun fondasi untuk portofolio hybrid cloud Red Hat. Selain itu, Red Hat Enterprise Linux 8 juga berkemampuan untuk mendukung beban kerja operasi dari pusat data perusahaan ke sejumlah cloud publik.
 
Sementara itu, Red Hat OpenShift 4 merupakan generasi terbaru platform enterprise Kubernetes. Red Hat OpenShift 4 telah melalui proses rekayasa ulang sehingga diklaim memiliki kemampuan untuk mengatasi kerumitan proses pengaturan container dalam sistem produksi.
 
Penyelenggaraan acara ini turut menjadi salah satu wujud upaya Red Hat dalam melakukan edukasi yang menekan bahwa Open Public Hybrid Cloud telah menjadi keharusan.
 
Saat ini, adopsi cloud di wilayah Asia termasuk Indonesia sudah cukup tinggi, ungkap Country Manager Red Hat Indonesia Rully Moulany. Namun keberagaman pemain serta tipe beban kerja beragam menimbulkan pengotak-kotakan dari penggunaan cloud.
 
Menargetkan untuk menjadi pemain pemersatu dari berbagai layanan cloud ini, Red Hat juga ingin menghadirkan pilihan kepada pengguna, serta menekankan bahwa cloud merupakan teknologi dengan manfaat besar bagi perusahaan.
 
Banyaknya pemain penyedia layanan cloud disebut Red Hat menimbulkan kekhawatiran dan keragu-raguan bahwa perusahaan akan kesulitan untuk memindahkan beban kerja saat dibutuhkan. Inilah masalah yang ingin Red Hat selesaikan.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif