Mengutip Digital Trends, proyek di GitHub yang menghadirkan sejumlah aplikasi kreatif dengan antarmuka dan fungsi menyerupai software desktop. Proyek ini dapat menjadi alternatif bagi pengguna Googlebook yang membutuhkan aplikasi untuk mengolah foto, membuat ilustrasi, menyunting video, dan mengerjakan kebutuhan kreatif lainnya.
Googlebook merupakan lini laptop yang dikembangkan Google bersama sejumlah produsen perangkat. Berbeda dari Chromebook yang menggunakan ChromeOS, Googlebook mengandalkan sistem operasi berbasis Android dengan antarmuka desktop serta integrasi lebih erat dengan smartphone Android.
Meski demikian, keberadaan proyek aplikasi tersebut belum berarti Googlebook telah mendukung seluruh software desktop secara langsung. Kompatibilitas, performa, dan kemudahan instalasi masih bergantung pada aplikasi serta dukungan sistem operasi yang tersedia.

Proyek Android Hadirkan Aplikasi Kreatif Bergaya Desktop
Proyek tersebut dilaporkan menghadirkan port Android dari rangkaian aplikasi kreatif ArtCraft. Repositori GitHub bernama CraftApps-Android mencantumkan sejumlah aplikasi untuk pengolahan gambar, desain grafis, ilustrasi vektor, penyuntingan video, serta pengelolaan dokumen PDF.Daftar aplikasi tersebut mencakup PhotoCraft untuk penyuntingan gambar berbasis layer, DesignCraft untuk desain antarmuka dan grafis, VectorCraft untuk ilustrasi vektor, serta LightCraft untuk pengolahan foto dan berkas RAW.
Selain itu, daftar aplikasi tersebut juga mencakup FilmCraft untuk penyuntingan video, EffectCraft untuk efek visual dan motion graphics, serta PdfCraft untuk membaca, memberi anotasi, dan menandatangani dokumen PDF.
Pengembang menyebut aplikasi-aplikasi tersebut sebagai port Android tidak resmi dari software ArtCraft. Aplikasi menggunakan lapisan Android berbasis Kotlin atau Java, sementara inti pemrosesannya memanfaatkan Rust dan egui.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk membawa pengalaman aplikasi kreatif bergaya desktop ke perangkat Android, termasuk tablet dan perangkat dengan layar besar. Pada Googlebook, konsep ini berpotensi memberikan pilihan aplikasi lebih sesuai untuk penggunaan dengan keyboard, trackpad, layar sentuh, atau stylus.
Meskipun demikian, port Android ini masih dalam tahap eksperimental. Pengembang menegaskan bahwa proyek ini disediakan apa adanya tanpa jaminan bahwa seluruh fungsinya dapat berjalan sempurna. Oleh karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan potensi kemunculan bug, keterbatasan fitur, serta penyesuaian selama proses pengembangannya.
Googlebook Membutuhkan Aplikasi yang Lebih Optimal
Googlebook dirancang untuk menggabungkan fleksibilitas Android dengan pengalaman penggunaan laptop. Perangkat ini mendukung aplikasi Android dan aplikasi berbasis web, tetapi ketersediaan aplikasi saja belum menjamin pengalaman kerja setara komputer desktop.Salah satu tantangan yang muncul adalah banyak aplikasi Android awalnya dirancang untuk layar smartphone. Saat dijalankan pada layar laptop, antarmuka dapat terlihat kurang optimal, sedangkan dukungan terhadap keyboard, mouse, trackpad, dan multitasking belum tentu lengkap.
Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama bagi pengguna yang mengandalkan software kreatif. Penyuntingan foto berlapis, ilustrasi vektor, pengolahan video, dan desain grafis umumnya membutuhkan kontrol presisi serta antarmuka yang mendukung pekerjaan rumit.
Proyek CraftApps-Android berupaya menjawab sebagian kebutuhan tersebut dengan membawa aplikasi kreatif ke Android. Jika kompatibilitas dan pengoperasiannya berjalan baik pada Googlebook, proyek ini dapat memperluas pilihan software untuk pengguna yang ingin bekerja langsung dari laptop berbasis Android.
Meski demikian, dukungan terhadap aplikasi tersebut tidak otomatis menjadikan Googlebook kompatibel dengan semua program Windows atau macOS. Proyek ini berfokus pada aplikasi kreatif yang telah diadaptasi untuk Android, bukan menjalankan seluruh aplikasi desktop dari sistem operasi lain.
Googlebook Juga Mengembangkan Dukungan Linux
Selain perkembangan aplikasi Android, Google juga sedang membangun kemampuan Linux pada Googlebook melalui Linux Terminal Preview. Berdasarkan blog resmi Android Developers, lingkungan ini menggunakan mesin virtual berbasis Linux untuk mendukung kebutuhan pengembangan software dan alur kerja berbantuan AI.Lingkungan tersebut menyediakan akses ke berbagai perangkat pengembangan, termasuk terminal, pengelola paket, serta bahasa pemrograman seperti Python, Node.js, Ruby, Go, dan Rust. Google juga menjelaskan bahwa lingkungan Linux berjalan dalam mesin virtual terisolasi untuk membantu melindungi sistem utama dan berkas pengguna.
Namun, fokus awal Linux Terminal Preview adalah pengembangan software dan pekerjaan berbasis terminal, bukan menjalankan aplikasi Linux berbasis antarmuka grafis secara umum. Google menyatakan dukungan aplikasi Linux dengan antarmuka grafis masih menjadi bagian dari rencana pengembangan berikutnya.
Perbedaan ini penting karena aplikasi Android bergaya desktop dan aplikasi Linux desktop merupakan dua jalur berbeda. Proyek CraftApps-Android mengadaptasi aplikasi kreatif untuk Android, sedangkan lingkungan Linux Googlebook menyediakan ruang kerja pengembangan berbasis Linux.
Keduanya berpotensi memperluas kemampuan laptop tersebut, tetapi ketersediaan fitur tetap bergantung pada perkembangan masing-masing proyek dan dukungan Googlebook.
Potensi dan Keterbatasan Aplikasi Desktop di Googlebook
Hadirnya aplikasi kreatif bergaya desktop dapat membantu Googlebook menjangkau pengguna yang membutuhkan lebih dari sekadar browser dan aplikasi Android untuk smartphone. Mahasiswa, desainer, ilustrator, serta kreator konten berpotensi memperoleh alternatif software untuk mengerjakan tugas kreatif langsung dari laptop.Namun, pengguna tetap perlu memeriksa kompatibilitas aplikasi, kebutuhan hardware, dukungan penyimpanan, dan kelengkapan fitur sebelum mengandalkannya untuk pekerjaan utama. Status eksperimental proyek juga berarti pengalaman penggunaan dapat berubah seiring pembaruan pengembang.
Namun hingga saat ini, belum tersedia kepastian bahwa seluruh aplikasi tersebut akan tersedia secara resmi melalui Google Play Store atau didukung secara khusus oleh Googlebook. Proyek ini dikembangkan secara independen dan bukan bagian dari pengumuman resmi Google mengenai sistem operasi tersebut.
Dengan demikian, peluang Googlebook menjalankan lebih banyak aplikasi kreatif mulai terbuka melalui perkembangan ekosistem Android. Namun, kemampuan menjalankan aplikasi desktop secara luas masih bergantung pada peningkatan kompatibilitas, stabilitas, dan dukungan software di masa mendatang.