Ilustrasi: Tencent
Ilustrasi: Tencent

Efisiensi Infrastruktur dan AI Jadi Kunci Capai Netralitas Karbon 2030

Mohamad Mamduh • 25 Agustus 2026 08:46
Ringkasnya gini..
  • Kehadiran laporan ini bertepatan dengan tantangan energi global yang dipicu oleh pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi.
  • Tencent turut mendorong komersialisasi teknologi iklim dari tahap riset ke penerapan nyata melalui Program CarbonX.
  • Secara total, sejak mengumumkan komitmen netralitas karbon, Tencent telah memproduksi lebih dari 6,5 miliar kWh listrik hijau.
Jakarta: Tencent menerbitkan Laporan Pertengahan Lintas Karbon Netral (Carbon Neutrality Mid-Term Report) yang disertai dengan peluncuran situs mikro interaktif. Laporan ini memaparkan kemajuan serta peta jalan perusahaan dalam upaya mencapai netralitas karbon di seluruh operasi serta rantai pasoknya pada tahun 2030 mendatang.
 
Kehadiran laporan ini bertepatan dengan tantangan energi global yang dipicu oleh pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) di sektor teknologi. Beban kerja AI yang masif telah meningkatkan permintaan daya listrik pada rak penyimpanan hingga sepuluh kali lipat. Kondisi ini memberikan tekanan baru pada pasokan listrik, sistem pendingin, dan infrastruktur data.
 
Namun di sisi lain, AI juga muncul sebagai instrumen kuat untuk mengoptimalkan efisiensi, mengintegrasikan energi terbarukan, dan mempercepat inovasi rendah karbon di luar sektor teknologi tradisional.

Menanggapi tantangan energi di era AI tersebut, Tencent berfokus pada peningkatan efisiensi infrastruktur komputasi, menyelaraskan permintaan listrik dengan ketersediaan energi terbarukan, serta menerapkan teknologi digital untuk mendukung dekarbonisasi.
 
"Kami menerapkan kapabilitas digital dan AI untuk memangkas emisi di dalam infrastruktur kami sendiri. Kami percaya AI memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk mempercepat inovasi rendah karbon, meningkatkan efisiensi, dan mendukung transformasi lingkungan di industri lain," ujar Chairman dan CEO Tencent, Ma Huateng.
 
Salah satu langkah konkret Tencent adalah pengembangan T-AIDC, sebuah arsitektur pusat data generasi berikutnya yang dirancang khusus untuk era AI. Ketika beban kerja AI melonjak dari 6–8 kW menjadi 30–100 kW atau lebih per rak, T-AIDC hadir memberikan solusi arsitektur terintegrasi untuk komputasi padat dengan efisiensi pasokan daya mencapai 98%.
 
Selain membenahi internal, Tencent memperluas pemanfaatan AI ke sektor eksternal. Di industri produksi baja, teknologi penjadwalan berbasis AI dan digital twin digunakan untuk membantu pabrik menjadi lebih fleksibel dalam penggunaan energi, sehingga mampu menekan emisi, mengurangi biaya, dan menjaga stabilitas jaringan listrik. Tencent juga berkolaborasi dengan mitra global untuk menyelaraskan beban kerja pusat data dengan pasokan energi terbarukan melalui penjadwalan pintar bertenaga AI.
 
Tencent turut mendorong komersialisasi teknologi iklim dari tahap riset ke penerapan nyata melalui Program CarbonX. Program ini mendukung inovasi di bidang penyerapan karbon, pemanfaatan karbon, dan penyimpanan energi jangka panjang. Langkah ini diperkuat oleh TanLIVE, platform kecerdasan iklim milik Tencent yang menghubungkan pemerintah, investor, dan pemangku kepentingan untuk mempermudah akses terhadap solusi iklim, data, serta peluang investasi.
 
Upaya strategis ini membuahkan hasil nyata. Konsumsi listrik dari sumber terbarukan Tencent melonjak drastis dari 22,0% pada tahun 2024 menjadi 48,5% pada tahun 2025. Bahkan, pusat data yang dimiliki Tencent kini telah mencapai 82,9% pangsa listrik terbarukan. Secara total, sejak mengumumkan komitmen netralitas karbon, Tencent telah memproduksi lebih dari 6,5 miliar kWh listrik hijau.
 
Melalui transparansi laporan ini, Tencent berharap dapat berkontribusi dalam dialog global mengenai bagaimana industri teknologi dapat mengelola lonjakan permintaan energi AI sekaligus memanfaatkan inovasi digital untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA