Salah satunya datang dari Grab. Perusahaan mengumumkan target peningkatan armada kendaraan listrik lebih dari tiga kali lipat hingga akhir 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, yang menggabungkan perluasan armada EV dengan berbagai fitur digital untuk mendorong efisiensi energi nasional.
Armada EV Grab Ditargetkan Tumbuh Lebih dari Tiga Kali Lipat
Sebagai operator armada kendaraan listrik terbesar di Indonesia, Grab mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026 jumlah armada EV yang beroperasi di platformnya telah melampaui 28.000 unit, atau meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan menargetkan angka tersebut terus bertambah hingga lebih dari tiga kali lipat pada akhir tahun. Ekspansi akan dilakukan melalui investasi kendaraan roda dua dan roda empat, kemitraan dengan produsen kendaraan listrik (OEM), pengembangan infrastruktur pengisian daya, hingga berbagai program percepatan adopsi EV bagi mitra pengemudi.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk membantu masyarakat beralih ke pola mobilitas yang lebih efisien.
"Kami percaya teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari. Sebagai operator armada EV terbesar di Indonesia, per Mei 2026 armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," ujar Neneng Goenadi.
Ia menambahkan, hingga akhir 2026 Grab berkomitmen meningkatkan jumlah armada EV menjadi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan menargetkan angka tersebut terus bertambah hingga lebih dari tiga kali lipat pada akhir tahun. Ekspansi akan dilakukan melalui investasi kendaraan roda dua dan roda empat, kemitraan dengan produsen kendaraan listrik (OEM), pengembangan infrastruktur pengisian daya, hingga berbagai program percepatan adopsi EV bagi mitra pengemudi.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk membantu masyarakat beralih ke pola mobilitas yang lebih efisien.
"Kami percaya teknologi dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih cerdas dan berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari. Sebagai operator armada EV terbesar di Indonesia, per Mei 2026 armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," ujar Neneng Goenadi.
Ia menambahkan, hingga akhir 2026 Grab berkomitmen meningkatkan jumlah armada EV menjadi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Teknologi Bukan Hanya Kendaraan, Tapi Juga Cara Layanannya Bekerja
Selain memperbanyak armada kendaraan listrik, Grab juga mengembangkan berbagai fitur yang diklaim mampu membantu mengurangi konsumsi energi melalui optimalisasi perjalanan dan pengiriman.
Untuk layanan mobilitas, tersedia pilihan GrabCar Electric dan GrabBike Electric, sementara fitur Group Ride memungkinkan beberapa pengguna berbagi perjalanan menuju tujuan yang sama sehingga konsumsi energi per penumpang menjadi lebih efisien.
Di sisi lain, GrabCar Hemat memanfaatkan pencocokan rute agar perjalanan lebih optimal. Pendekatan serupa juga diterapkan pada layanan pengantaran melalui GrabFood Group Order, GrabFood Nearby Delivery, GrabMart Nearby, hingga GrabExpress Instant Hemat yang mengutamakan rute lebih efisien.
Untuk layanan mobilitas, tersedia pilihan GrabCar Electric dan GrabBike Electric, sementara fitur Group Ride memungkinkan beberapa pengguna berbagi perjalanan menuju tujuan yang sama sehingga konsumsi energi per penumpang menjadi lebih efisien.
Di sisi lain, GrabCar Hemat memanfaatkan pencocokan rute agar perjalanan lebih optimal. Pendekatan serupa juga diterapkan pada layanan pengantaran melalui GrabFood Group Order, GrabFood Nearby Delivery, GrabMart Nearby, hingga GrabExpress Instant Hemat yang mengutamakan rute lebih efisien.
Pemerintah Dorong Kolaborasi Menuju Mobilitas Rendah Emisi
Peluncuran program tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurut AHY, transisi menuju transportasi rendah emisi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
"Komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik melalui Langkah Hijau Grab untuk Indonesia menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien," kata AHY.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan target pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat.
Menurut AHY, transisi menuju transportasi rendah emisi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
"Komitmen Grab untuk memperluas armada kendaraan listrik melalui Langkah Hijau Grab untuk Indonesia menunjukkan bagaimana inovasi dapat membantu masyarakat beralih ke pola konsumsi energi yang lebih efisien," kata AHY.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan target pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung pencapaian Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat.
Dukung Mitra Pengemudi Beralih ke EV
Grab juga menyiapkan sejumlah program untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan mitra pengemudi.
Program tersebut meliputi subsidi biaya sewa kendaraan listrik, priority allocation order, incentive tier, opsi kepemilikan kendaraan melalui GrabFin SNPL dan Alva RTO, hingga voucher BBM hasil kerja sama dengan Pertamina sebagai bagian dari program loyalitas. Selain itu, tersedia pula dukungan berupa cashback serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui strategi tersebut, Grab ingin memperluas pemanfaatan kendaraan listrik sekaligus mengintegrasikan teknologi digital agar mobilitas, pengiriman makanan, hingga logistik menjadi lebih hemat energi dan efisien.
Jika adopsi kendaraan listrik terus meningkat, menarik untuk melihat bagaimana inovasi platform digital seperti Grab mampu mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih efisien sekaligus rendah emisi di Indonesia.
Program tersebut meliputi subsidi biaya sewa kendaraan listrik, priority allocation order, incentive tier, opsi kepemilikan kendaraan melalui GrabFin SNPL dan Alva RTO, hingga voucher BBM hasil kerja sama dengan Pertamina sebagai bagian dari program loyalitas. Selain itu, tersedia pula dukungan berupa cashback serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui strategi tersebut, Grab ingin memperluas pemanfaatan kendaraan listrik sekaligus mengintegrasikan teknologi digital agar mobilitas, pengiriman makanan, hingga logistik menjadi lebih hemat energi dan efisien.
Jika adopsi kendaraan listrik terus meningkat, menarik untuk melihat bagaimana inovasi platform digital seperti Grab mampu mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih efisien sekaligus rendah emisi di Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda