Riset terbaru menyebut fitur keamanan TikTok, Instagram, Snapchat, dan YouTube masih belum efektif melindungi anak dari risiko di dunia digital.
Riset terbaru menyebut fitur keamanan TikTok, Instagram, Snapchat, dan YouTube masih belum efektif melindungi anak dari risiko di dunia digital.

Riset Sebut Fitur Keamanan TikTok, Instagram, Snapchat, dan YouTube Masih Gagal Lindungi Anak

Lufthi Anggraeni • 01 Juli 2026 07:24
Ringkasnya gini..
  • Riset menemukan hanya sekitar 40% fitur keamanan anak di empat platform yang bekerja efektif.
  • Peneliti menilai sebagian fitur mudah dilewati dan belum melindungi anak dari konten berbahaya.
  • Temuan ini menambah sorotan terhadap perlindungan anak di media sosial dan regulasi platform.
Jakarta: Sejumlah fitur keselamatan anak yang disediakan oleh platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Snapchat, dan YouTube dinilai pengamat belum mampu memberikan perlindungan memadai.
 
Mengutip Digital Trends, hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru yang menemukan bahwa banyak mekanisme keamanan yang dipromosikan perusahaan teknologi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, mudah dilewati, atau bahkan tidak tersedia pada situasi tertentu.
 
Penelitian tersebut mengevaluasi berbagai fitur keselamatan yang ditujukan bagi pengguna di bawah umur, dari pengaturan privasi, pembatasan kontak dengan orang asing, hingga perlindungan terhadap konten berbahaya.

Hasilnya, hanya sekitar 40% fitur yang diuji dinilai bekerja secara efektif sekaligus mudah digunakan oleh anak-anak. Sisanya memiliki kelemahan yang berpotensi mengurangi tingkat perlindungan pengguna muda.
 
Laporan juga menyoroti adanya kesenjangan antara klaim perusahaan media sosial dengan kondisi yang ditemukan dalam pengujian. Menurut peneliti, platform cenderung memberikan kesan bahwa sistem perlindungan anak telah bekerja secara komprehensif, padahal implementasinya masih memiliki banyak kekurangan.
 
Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah masih adanya peluang bagi orang dewasa untuk menghubungi anak-anak yang tidak mereka kenal melalui Snapchat dan Instagram. Selain itu, keempat platform yang diteliti disebut belum mampu secara konsisten mencegah anak-anak mengakses konten yang berpotensi membahayakan.
 
Temuan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keselamatan anak di internet. Sejumlah negara mulai mempertimbangkan atau menerapkan regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan media sosial oleh anak dan remaja karena kekhawatiran mengenai kesehatan mental, paparan konten berbahaya, serta keamanan online.
 
Laporan ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pendekatan perlindungan yang selama ini diterapkan oleh platform digital. Peneliti menilai perusahaan teknologi perlu memastikan bahwa fitur keselamatan tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar efektif, mudah digunakan, dan mampu memberikan perlindungan nyata bagi pengguna berusia muda.
 
Kendati masing-masing platform telah memperkenalkan berbagai fitur kontrol orang tua, pembatasan privasi, dan pengawasan akun remaja dalam beberapa tahun terakhir, hasil penelitian menunjukkan masih terdapat ruang yang cukup besar untuk meningkatkan efektivitas perlindungan tersebut.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA