Pengenalan Plaud AI di Jakarta, Selasa 29 September 2026
Pengenalan Plaud AI di Jakarta, Selasa 29 September 2026

Plaud Resmi Hadir di Indonesia, AI Notetaker untuk Profesional

Mohamad Mamduh • 29 September 2026 23:01
Ringkasnya gini..
  • Untuk mendukung kebutuhan komunikasi lokal, Plaud telah mendukung transkripsi langsung dalam lebih dari 112 bahasa.
  • Plaud hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan AI Inversion.
  • Indonesia sebagai pasar terdepan di kawasan Asia Tenggara dengan target menembus lebih dari 1 juta pengguna aktif pada tahun 2030.
Jakarta: Perangkat pencatat berbasis kecerdasan buatan (AI notetaker), Plaud, secara resmi menegaskan kehadirannya di pasar Indonesia melalui gelaran temu media yang berlangsung di Jakarta.

Head of APAC Marketing Plaud, Megumi Yoshinaga, mengungkapkan bahwa kendati adopsi kecerdasan buatan di Indonesia tergolong tinggi, kesenjangan beban kerja masih dirasakan secara signifikan. Mengacu pada data riset, sekitar 69 persen pekerja di Indonesia tercatat telah memanfaatkan teknologi AI, namun 88 persen di antaranya mengaku masih kekurangan waktu dan energi untuk menyelesaikan pekerjaan harian mereka.

"Sebagian besar perangkat lunak produktivitas saat ini dirancang untuk mereka yang bekerja membuat dokumen, seperti penulis atau pengembang perangkat lunak. Padahal, banyak profesional seperti eksekutif, konsultan, hingga tenaga pemasar yang aktivitas utamanya berlangsung lewat dialog dan percakapan langsung," papar Megumi di hadapan rekan media di Jakarta.

Plaud hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan AI Inversion, yakni sistem AI yang secara proaktif menangkap inteligensi dari dialog tatap muka maupun panggilan telepon, lalu mengubahnya menjadi ringkasan yang terstruktur dan dapat ditindaklanjuti.

Plaud memperkenalkan dua lini perangkat unggulannya, yakni Plaud Note Pro dan Plaud NotePin. Plaud Note Pro mengusung desain ramping seukuran kartu kredit dengan ketebalan hanya 2,99 milimeter, bodi kokoh berteknologi sandblasting, serta sekrup enam sudut berkualitas tinggi. Sementara itu, Plaud NotePin hadir dalam bentuk aksesori yang fleksibel untuk disematkan sebagai kalung, pin pakaian, maupun gelang tangan.

Kedua perangkat mengusung pengoperasian sederhana melalui satu tombol kendali. Pengguna cukup menekan tombol untuk mulai merekam, serta memanfaatkan fitur highlight untuk memberi sinyal pada AI mengenai poin penting dalam percakapan. Dari sisi performa, perangkat dibekali daya tahan baterai hingga 30 jam perekaman aktif, masa standby hingga 60 hari, kapasitas memori 64GB, serta jangkauan mikrofon jernih hingga 5 meter.

Untuk mendukung kebutuhan komunikasi lokal, Plaud telah mendukung transkripsi langsung dalam lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia serta bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda. Sistem ini dirancang adaptif terhadap pergantian bahasa yang jamak terjadi dalam diskusi rapat profesional di Indonesia.

Melalui fitur Plaud Intelligence, pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan spesifik terkait rekaman masa lalu dengan jaminan bebas halusinasi, lengkap dengan sitasi kalimat dan pemutaran audio sumber aslinya.

Menanggapi isu keamanan data, Plaud menerapkan perlindungan privasi berstandar tinggi. Megumi menegaskan bahwa Plaud menjalankan kebijakan zero data training dan zero data retention, di mana data pengguna tidak pernah digunakan untuk melatih model AI publik. Seluruh berkas dilindungi enkripsi menyeluruh (end-to-end) dan disimpan pada peladen regional di kawasan Asia Tenggara.

Setelah memulai tahap perkenalan awal pada tahun 2024, Plaud mencatat lonjakan penggunaan mingguan aktif di Indonesia hingga dua kali lipat pada paruh pertama tahun 2026. Untuk memperluas jangkauan pasar, Plaud telah menggandeng mitra distribusi lokal dengan kehadiran di lebih dari 70 gerai fisik, seperti Urban Republic, iBox, dan Gramedia di sejumlah kota besar, serta kanal niaga daring seperti Tokopedia dan Shopee.

Menatap masa depan, Plaud memproyeksikan Indonesia sebagai pasar terdepan di kawasan Asia Tenggara dengan target menembus lebih dari 1 juta pengguna aktif pada tahun 2030. Teknologi ini diharapkan mampu menghemat waktu kerja profesional agar dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih bermakna bersama keluarga.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA