Foto: Kaspersky
Foto: Kaspersky

Prediksi Ancaman Sektor Telekomunikasi 2026

Mohamad Mamduh • 01 Januari 2026 06:25
Jakarta: Kaspersky menyoroti lanskap keamanan siber telekomunikasi, memprediksi bahwa sektor ini akan menghadapi perpaduan ancaman siber yang dominan pada tahun 2025 dengan risiko operasional tambahan yang dibawa oleh implementasi teknologi baru di tahun 2026.
 
Pada tahun 2025, operator telekomunikasi bergulat dengan empat kategori ancaman utama. Intrusi yang ditargetkan (APT) terus berupaya mendapatkan akses tersembunyi untuk spionase jangka panjang.
 
Selain itu, kerentanan rantai pasokan menjadi titik masuk krusial, mengingat ekosistem telekomunikasi yang sangat bergantung pada banyak vendor dan kontraktor. Ancaman lain termasuk gangguan DDoS (Distributed Denial of Service) yang berfokus pada masalah ketersediaan dan penipuan berbasis SIM.

Data Kaspersky Security Network menunjukkan tingginya tingkat paparan ancaman, di mana antara November 2024 hingga Oktober 2025, 12,79% pengguna di sektor telekomunikasi menghadapi ancaman online dan 20,76% menghadapi ancaman pada perangkat (on device). Selama periode yang sama, 9,86% organisasi telekomunikasi global juga mengalami ransomware.
 
Untuk tahun 2026, pergeseran dari pengembangan cepat ke implementasi teknologi yang luas menciptakan tiga risiko operasional baru, terutama jika diterapkan tanpa kontrol yang kuat:
 
Manajemen Jaringan Berbantuan AI: Otomatisasi berisiko memperkuat kesalahan konfigurasi atau bertindak berdasarkan data yang menyesatkan.
 
Transisi Kriptografi Pasca-Kuantum: Penerapan pendekatan hibrida dan pasca-kuantum yang terburu-buru dapat menimbulkan masalah interoperabilitas dan kinerja di seluruh lingkungan TI.
Integrasi 5G ke Satelit (NTN): Perluasan jejak layanan dan ketergantungan mitra memperkenalkan titik integrasi baru dan potensi mode kegagalan.
 
Menurut Leonid Bezvershenko, peneliti keamanan senior di Kaspersky GReAT, operator telekomunikasi harus memiliki pertahanan kuat terhadap ancaman yang sudah ada, sekaligus membangun keamanan ke dalam teknologi baru sejak awal. Kunci utama adalah intelijen ancaman berkelanjutan yang mencakup dari titik akhir hingga orbit.
 
Para ahli Kaspersky merekomendasikan untuk memantau lanskap APT, memperlakukan otomatisasi jaringan berbasis AI sebagai program manajemen perubahan dengan kontrol manusia dan validasi data, meningkatkan kesiapan DDoS, dan menerapkan kemampuan EDR (Endpoint Detection and Response) seperti Kaspersky Next EDR Expert untuk mendeteksi ancaman canggih sejak dini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan