XPENG memperkenalkan IRON, robot humanoid yang berjalan mandiri dari lini produksi setelah dirakit. Produksi massal ditargetkan mulai akhir tahun 2026.
XPENG memperkenalkan IRON, robot humanoid yang berjalan mandiri dari lini produksi setelah dirakit. Produksi massal ditargetkan mulai akhir tahun 2026.

Robot Humanoid Tiongkok Tiba-Tiba 'Kabur' dari Lini Produksi

Lufthi Anggraeni • 28 September 2026 21:10
Ringkasnya gini..
  • Robot humanoid XPENG IRON berjalan mandiri keluar dari lini produksi setelah proses perakitan selesai.
  • Lebih dari 80% proses inti lini produksi robot XPENG telah menggunakan otomatisasi.
  • Produksi massal IRON ditargetkan akhir tahun 2026, dengan pengiriman ke Tiongkok dan pasar internasional pada tahun 2027.
Jakarta: XPENG memperkenalkan perkembangan terbaru dalam bisnis robotika melalui IRON, robot humanoid yang disebut perusahaan berhasil berjalan secara mandiri keluar dari lini produksi setelah proses perakitan selesai. 

Mengutip Engadget, momen tersebut menjadi bagian dari pengoperasian lini produksi robot humanoid baru milik XPENG dan menunjukkan peralihan perusahaan dari tahap pengembangan menuju manufaktur berbasis lini produksi.

Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut menyatakan lebih dari 80% proses inti pada lini produksinya telah menggunakan otomatisasi. XPENG juga menerapkan sistem pengendalian kualitas dari bisnis kendaraan listriknya untuk mendukung proses produksi robot secara konsisten ketika volume manufaktur mulai ditingkatkan.

Ketua sekaligus CEO XPENG, He Xiaopeng, memberikan staff badge kepada IRON setelah robot tersebut keluar dari lini produksi. Langkah simbolis itu menandai posisi IRON sebagai bagian dari tim XPENG.
 
XPENG Iron - 2
 

Lebih dari 80% Proses Produksi Otomatis

Pengoperasian lini produksi baru menjadi bagian penting dari rencana XPENG untuk membawa robot humanoid ke tahap produksi dalam skala lebih besar. Perusahaan ini menyebut lebih dari 80% proses inti pada fasilitas tersebut telah diotomatisasi.

XPENG memanfaatkan pengalaman yang diperoleh dari industri kendaraan listrik untuk membangun sistem manufaktur robot. Sistem pengendalian kualitas dari lini produksi kendaraan kemudian diterapkan pada pembuatan robot humanoid dengan tujuan menjaga konsistensi proses ketika produksi meningkat.

Kendati IRON berhasil berjalan keluar dari lini produksi secara mandiri, pencapaian tersebut belum menunjukkan seberapa lama robot dapat beroperasi dalam kondisi kerja sebenarnya. XPENG belum mengungkapkan kapasitas produksi lini tersebut maupun seberapa banyak pengujian yang dilakukan sebelum IRON melakukan demonstrasi berjalan tersebut. 

Target produksi massal juga masih ditetapkan pada akhir tahun 2026. Dengan demikian, keberhasilan IRON berjalan setelah proses perakitan lebih tepat dilihat sebagai bagian dari demonstrasi kemampuan robot sekaligus pencapaian manufaktur. 

XPENG masih perlu meningkatkan produksi dan melakukan pengujian sebelum robot tersebut digunakan secara komersial dalam skala lebih luas. Perusahaan itu menyebut lini produksinya dibangun untuk mendukung peningkatan kapasitas. 

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa XPENG tidak hanya mengembangkan hardware robot, tetapi juga menyiapkan infrastruktur manufaktur yang diperlukan untuk memproduksi robot humanoid dalam jumlah lebih besar.
   

IRON Disiapkan untuk Toko dan Kampus XPENG

IRON tidak langsung ditujukan untuk penggunaan konsumen secara luas. XPENG berencana menggunakan robot tersebut terlebih dahulu di toko dan kampus perusahaan. Beberapa tugas awal yang sebelumnya disebut XPENG mencakup pekerjaan resepsionis, memandu tur, serta membantu aktivitas penjualan.

Strategi tersebut memungkinkan XPENG menempatkan IRON di lingkungan yang masih berada dalam ekosistem perusahaan sebelum memperluas penggunaannya. Pengiriman robot ke pasar Tiongkok dan pasar internasional direncanakan berlangsung pada tahun 2027. 

XPENG belum mengungkapkan harga IRON maupun memastikan ketersediaannya di Amerika Serikat. Dari sisi mekanik, XPENG menyebut IRON memiliki 76 derajat kebebasan atau degrees of freedom (DOF) di seluruh tubuh dan 21 DOF pada masing-masing tangan. 

Jumlah tersebut menggambarkan berbagai gerakan independen yang dapat dilakukan bagian tubuh robot dan tangannya. Kemampuan tersebut mendukung fungsi berjalan serta memindahkan benda di lingkungan yang dirancang untuk manusia.

IRON menjadi bagian dari strategi XPENG di bidang robotika humanoid. Namun, keberhasilan berjalan keluar dari lini produksi tidak dengan sendirinya membuktikan kemampuan robot menyelesaikan pekerjaan selama satu hari penuh. Pengujian dalam penggunaan nyata masih menjadi tahapan penting sebelum robot dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan kerja.

XPENG sendiri menargetkan produksi massal IRON pada akhir tahun 2026. Setelah itu, robot akan mulai digunakan di toko dan kampus perusahaan sebelum pengiriman ke pasar Tiongkok serta internasional pada tahun 2027.

Perkembangan tersebut menempatkan XPENG pada tahap baru dalam pengembangan robot humanoid. Jika target produksi dapat dicapai, perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan pembuatan prototipe, tetapi mulai membangun proses manufaktur yang dirancang untuk meningkatkan volume produksi robot.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA