SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026. (Medcom/Mamduh)
SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026. (Medcom/Mamduh)

SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026

Dari GTA 2 ke GTA 6, SAP Jelasin Masa Depan Perusahaan Otonom Pakai Game

Mohamad Mamduh • 04 Agustus 2026 11:45
Ringkasnya gini..
  • Thamba mengenang kembali saat ia pertama kali memainkan GTA 2 yang berbasis visual piksel 2D.
  • Guna menjawab tantangan tersebut, SAP merancang arsitektur AI perusahaan yang terstruktur dan teruji.
  • SAP berkomitmen untuk menghadirkan hampir 200 agen AI siap pakai pada akhir tahun ini di berbagai domain bisnis.
Jakarta: Ada pemandangan menarik dan tak biasa saat panggung utama gelaran SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026 berlangsung. Di hadapan ratusan eksekutif bisnis se-Asia Tenggara, Varun Thamba—Global Vice President & Head AI Go-To-Market SAP—membuka pemaparannya bukan dengan deretan grafik finansial yang rumit. Ada sebuah pertanyaan nostalgia yang hangat: "Berapa banyak dari Anda yang tumbuh besar bermain game Grand Theft Auto (GTA)?"
 
Hampir separuh dari audiens yang memenuhi ruangan mengacungkan tangan mereka. Tanggapan antusias tersebut menjadi pemicu bagi Thamba untuk memberikan analogi yang tak biasa, yaitu menghubungkan evolusi seri video game terpopuler di dunia buatan Rockstar Games tersebut dengan perjalanan perangkat lunak manajemen perusahaan (enterprise software) milik SAP dari masa ke masa.
 

Nostalgia Piksel hingga Pengalaman yang Fleksibel

Thamba mengenang kembali saat ia pertama kali memainkan GTA 2 yang berbasis visual piksel 2D. "Game tersebut bekerja sangat baik, memiliki jalan cerita yang bagus, tetapi secara visual tentu bukan yang paling memanjakan mata," kenangnya. Menurut Thamba, fase ini sangat mirip dengan era awal SAP R/3—sebuah sistem ikonik yang sangat stabil dan andal dalam menyelesaikan fungsi transaksi bisnis seperti transaksi VA01, namun tampilan antarmukanya sering kali dianggap kaku oleh para penggunanya.
 
Evolusi kemudian berlanjut saat game GTA Vice City meluncur, membawa perubahan fundamental pada pengalaman pengguna, alur permainan, dan kebebasan menjelajah dunia virtual. Di dunia perangkat lunak perusahaan, lompatan serupa terjadi ketika SAP memperkenalkan SAP Fiori. Alur bisnis dan logika dasar sistem tetap berjalan sebagaimana mestinya, tetapi cara pengguna berinteraksi dengan sistem berubah secara menyeluruh menjadi jauh lebih modern, fleksibel, dan intuitif.

Kini, industri gim global bersiap menyambut peluncuran GTA 6 yang menawarkan dunia interaktif yang dinamis dan mampu berevolusi mengikuti gaya hidup pemainnya. Bagi Thamba, inilah analogi yang sempurna untuk menggambarkan visi Autonomous Enterprise (Perusahaan Otonom) yang ditenagai kecerdasan buatan (AI).
 
"Dengan perusahaan otonom, kita masuk ke dalam era teknologi yang mampu menjalankan berbagai domain dan proses bisnis secara lebih cerdas, meminimalkan hambatan, dan beroperasi secara penuh secara otonom dengan manusia tetap berada di dalam kendali (human in the loop)," jelas Thamba.
 

Menghindari Waktu Tunggu 13 Tahun di Dunia Bisnis

Namun, ada satu fakta unik yang digarisbawahi oleh Thamba: pengembangan gim GTA 6 membutuhkan waktu hingga 13 tahun—rentang waktu yang hampir sama dengan perjalanan kariernya di dunia teknologi. Ia menekankan bahwa jika pengembang gim bisa menghabiskan waktu belasan tahun, dunia usaha tentu tidak memiliki kemewahan untuk menunggu 13 tahun demi merasakan nilai dari transformasi AI. Perusahaan membutuhkan akselerasi efisiensi yang dapat dirasakan dampaknya sejak hari ini.
 
Guna menjawab tantangan tersebut, SAP merancang arsitektur AI perusahaan yang terstruktur dan teruji. Sistem AI terintegrasi milik SAP saat ini telah mencakup 120 proses bisnis kritis (mission-critical) dan disokong oleh 7,3 juta bidang data (data fields) yang memperkuat knowledge graph serta tata kelola data perusahaan (governance).
 

Arsitektur 3 Lapis dan Agen AI Siap Pakai

Guna mewujudkan perusahaan otonom tanpa harus menunggu belasan tahun, SAP memperkenalkan arsitektur tiga lapisan utama:
 
Assistants: Avatar digital yang menjadi pintu masuk utama pengguna melalui Joule (seperti Sourcing Assistant atau Financial Closing Assistant).
 
Agents: Agen spesifik di bawah asisten yang mengorkestrasi alur kerja rumit secara mandiri (misalnya agen penemuan pemasok, agen negosiasi, hingga agen rekonsiliasi antarperusahaan).
 
Skills: Kemampuan standar out-of-the-box yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik tiap organisasi.
 
Dengan arsitektur tersebut, SAP berkomitmen untuk menghadirkan hampir 200 agen AI siap pakai pada akhir tahun ini di berbagai domain bisnis, mulai dari Keuangan, Rantai Pasokan, Sumber Daya Manusia, hingga Pengalaman Pelanggan. Salah satu contoh dampaknya adalah pada proses penutupan laporan keuangan akhir bulan, dengan kolaborasi agen AI mampu memberikan peningkatan efisiensi nilai antara 10% hingga 30%.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA