Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Lebih dari 18 Juta Serangan Web Sasar Bisnis di Asia Tenggara Sepanjang 2025

Mohamad Mamduh • 16 April 2026 12:09
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan distribusi geografi, Vietnam mencatat volume ancaman tertinggi dengan total 8.437.695 deteksi.
  • Meningkatnya ancaman ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara.
  • Penjahat siber kini lebih fokus pada kualitas dan kompleksitas serangan untuk menembus infrastruktur yang lebih kuat.
Jakarta: Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, merilis laporan terbaru yang mengungkap besarnya ancaman digital di kawasan Asia Tenggara. Sepanjang tahun 2025, Kaspersky berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari 18 juta serangan web yang secara spesifik menargetkan sektor bisnis di wilayah tersebut.
 
Data telemetri menunjukkan bahwa penjahat siber terus meluncurkan berbagai metode serangan, mulai dari situs web yang diretas, unduhan berbahaya, hingga vektor serangan daring lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan akses sistem tanpa izin dan mencuri data sensitif perusahaan.
 
Berdasarkan distribusi geografi, Vietnam mencatat volume ancaman tertinggi dengan total 8.437.695 deteksi. Di posisi kedua, Malaysia menghadapi 3.361.453 insiden, disusul oleh Indonesia di posisi ketiga dengan 3.014.870 serangan yang berhasil digagalkan. Singapura dan Thailand juga tidak luput dari radar peretas. Keduanya mencatat lebih dari 1 juta deteksi serangan selama setahun terakhir.

Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, memberikan catatan khusus mengenai tren ini. Meskipun secara total jumlah ancaman di kawasan mengalami penurunan kuantitatif, terdapat peningkatan serangan yang menargetkan organisasi di negara dengan pertahanan siber yang lebih maju, seperti Singapura dan Vietnam. Hal ini menunjukkan bahwa penjahat siber kini lebih fokus pada kualitas dan kompleksitas serangan untuk menembus infrastruktur yang lebih kuat.
 
Meningkatnya ancaman ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Asia Tenggara yang diproyeksikan mencapai nilai USD1 triliun pada tahun 2030. Dengan meningkatnya ketergantungan pada platform digital, perusahaan di kawasan ini dilaporkan mulai memprioritaskan pengeluaran teknologi mereka untuk sektor keamanan siber.
 
“Saya yakin bahwa solusi dan layanan keamanan siber akan menjadi salah satu investasi teknologi utama yang diprioritaskan tahun ini dan seterusnya,” ujar Hia dalam pernyataan resminya.
 
Untuk memitigasi risiko, Kaspersky mendorong organisasi untuk memperkuat pertahanan mereka melalui beberapa langkah strategis:
 
1. Melakukan pembaruan (patching) sistem operasi, browser, dan aplikasi secara berkala guna menutup celah kerentanan.
2. Mengimplementasikan kebijakan kata sandi yang kuat dan unik serta wajib mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA).
3. Menggunakan layanan keamanan tingkat lanjut seperti Managed Detection and Response (MDR) dan solusi otomatis Extended Detection and Response (XDR) untuk deteksi ancaman secara real-time.
 
Melalui laporan ini, Kaspersky menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesadaran keamanan yang tinggi bagi para pelaku bisnis demi menjaga keberlangsungan operasional di tengah lanskap ancaman yang terus berevolusi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA