Foto: Aerotrans
Foto: Aerotrans

Teknologi Telematika Bawa Transformasi Keselamatan Transportasi Darat

Mohamad Mamduh • 15 Juni 2026 14:35
Ringkasnya gini..
  • Aerotrans sebelumnya menghadapi tantangan besar dalam pengawasan perilaku pengemudi dan visibilitas armada secara real-time.
  • Fitur unggulan lainnya adalah geofencing yang memungkinkan pusat kendali melacak posisi kendaraan secara presisi di zona operasional penting.
  • Ezanne Soh dari Geotab Southeast Asia menambahkan bahwa insight real-time ini mendukung operasional aviasi yang lebih andal dan berkelanjutan.
Jakarta: Di balik ketepatan waktu operasional penerbangan, terdapat sistem transportasi darat yang kompleks untuk memastikan awak pesawat tiba dengan aman di bandara.
 
Menyadari krusialnya hal tersebut, Aerotrans, penyedia layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, melakukan transformasi digital melalui kemitraan strategis dengan Geotab, pemimpin global dalam solusi armada terhubung.
 
Sebagai pengelola lebih dari 700 kendaraan dengan frekuensi lebih dari 1.200 perjalanan setiap bulan, Aerotrans sebelumnya menghadapi tantangan besar dalam pengawasan perilaku pengemudi dan visibilitas armada secara real-time. Namun, sejak mengimplementasikan teknologi telematika Geotab pada September 2024, efisiensi dan keselamatan operasional meningkat secara drastis.

Direktur Aerotrans, Kadek Bayu Temaja, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah untuk memastikan presisi operasional. "Transformasi ini bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi bagaimana kami memastikan keselamatan secara konsisten. Geotab adalah mitra strategis yang selaras dengan nilai kami," ujarnya.
 
Data menunjukkan dampak nyata dari integrasi teknologi ini. Aerotrans berhasil mencapai peringkat keselamatan sebesar 89%, angka yang melampaui rata-rata armada sejenis di tingkat regional. Selain itu, terdapat peningkatan hingga 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer. Perilaku pengemudi pun membaik secara signifikan, ditandai dengan penurunan kejadian rem mendadak sebesar 57% dan akselerasi agresif sebesar 66% berkat fitur notifikasi real-time.
 
Fitur unggulan lainnya adalah geofencing yang memungkinkan pusat kendali melacak posisi kendaraan secara presisi di zona operasional penting, seperti area bandara Soekarno-Hatta dan Denpasar. Hermawan, Kepala Control Center Aerotrans, menjelaskan bahwa teknologi ini meminimalkan risiko keterlambatan penjemputan awak pesawat.
 
Ezanne Soh dari Geotab Southeast Asia menambahkan bahwa insight real-time ini mendukung operasional aviasi yang lebih andal dan berkelanjutan. Ke depannya, Aerotrans berencana mengintegrasikan data Geotab ke dalam Transport Management System (TMS) internal mereka untuk membangun ekosistem digital yang lebih luas, termasuk untuk sektor logistik dan pariwisata.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA