Piala Dunia Dorong Nilai Transaksi di E-Commerce
Shopback menyebut terjadi peningkatan transaksi di enam e-Commerce Indonesia selama Piala Dunia.
Jakarta: Gelaran Piala Dunia tidak hanya disambut meriah oleh pecinta olahraga sepak bola, tapi juga bagi penggiat bisnis termasuk pelaku bisnis e-commerce. Selama piala dunia, Shopback mengumumkan hasil penelitiannya menyebut situs e-commerce mengalami kenaikan transaksi.

Untuk pasar Indoensia, Shopback mengumumkan terjadi peningkatan trafik kunjungan sebesar 20 persen hingga 80 persen, di enam e-commerce yaitu Lazada, Tokopedia, Shopee, Blibli, Bukalapak, dan JD.ID.

”Ada dua faktor yang menjadi pemicu dari peningkatan ini, yakni daya beli masyarakat semakin meningkat, serta momen piala dunia yang dimanfaatkan pelaku e-commerce untuk merangkul lebih banyak pengguna dengan beragam promo," ujar Country Head Shopback Indonesia Indra Yonathan.


Jumlah kunjungan di enam situs e-commerce tersebut dilaporkan cenderung stabil hingga ajang Piala Dunia berakhir. Selain itu, nilai transaksi juga dilaporkan mengalami peningkatan hingga 27 persem selama satu bulan ajang Piala Dunia 2018 dihelat.

Hal ini dilaporkan berbeda dari tahun sebelumnya, yang menunjukan bahwa transaksi e-Commerce cenderung mengalami penurunan signifikan setelah momen Ramadan berakhir. Pada tahun ini, Shopback melaporkan transaksi di e-commerce meningkat sebesar 25 persen.

Sementara itu, kategori produk dengan peningkatan jumlah transaksi signifikan termasuk fesyen, pulsa, travel, mobile atau gadget, dan makanan. Dua kategori produk yang tergolong tidak umum mengalami peningkatan, disebut Shopback, adalah pulsa dan makanan.

Sedangkan pada kategori produk fesyen, Shopback menyebut jersey atau kaos seragam pesepak bola menjadi produk yang paling banyak dicari di e-commerce. Berdasarkan data dari Alexa.com, kata kunci "jersey bola" dicari sebanyak 19,31 persen pengunjung platform e-Commerce di Tokopedia.

Sebanyak 13,05 persen pengunjung platform e-commerce menggunakan kata kunci ini di situs Lazada, sedangkan di Bukalapak sebanyak 12,9 persen, JD.ID sebanyak 7,53 persen dan Blibli sebanyak 5,43 persen.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.