Menkominfo menyampaikan telah menerima laporan secara langsung dari Tokopedia menyoal peretasan.
Menkominfo menyampaikan telah menerima laporan secara langsung dari Tokopedia menyoal peretasan.

Tokopedia Laporkan Kasus Pembobolan ke Kominfo Secara Virtual

Teknologi Kominfo teknologi tokopedia cyber security
Lufthi Anggraeni • 04 Mei 2020 19:54
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G.Plate menyebut telah bertemu secara virtual dengan pihak Tokopedia, sebagai tindak lanjut dari kasus peretasan data pribadi yang baru-baru ini dialami salah satu ecommerce raksasa Indonesia tersebut.
 
"Tokopedia menyampaikan data-data keuangan dan akun pelanggan aman. Security system Tokopedia hingga saat ini belum bisa diterobos, walaupun sebagian data terkait nama, email dan telepon barangkali sebagian sudah dimasuki peretas," ujar Johnny pada konferensi pers yang ditayangkan secara langsung via akun YouTube Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
 
Selain itu, Johnny juga menyebut bahwa Kominfo beserta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Tokopedia akan melakukan evaluasi dan mitigasi teknis. Johnny juga menyebut akan melakukan update perkembangan setelah tim yang terdiri dari perwakilan Kementerian Kominfo, BSSN dan Tokopedia untuk melakukan evaluasi teknis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepada Johnny, Tokopedia juga mengklaim pihaknya tengah melakukan evaluasi mendalam. Namun, Kominfo mengimbau masyarakat pemilik akun di platform digital, tidak hanya Tokopedia, untuk mengubah password secara berkala.
 
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menggunakan fitur One Time Password (OTP) guna memperketat keamanan akun pribadi. Sementara itu, Johnny menyebut kasus peretasan yang dialami Tokopedia bukanlah hal baru di ranah digital.
 
Johnny menyatakan peretasan data pernah terjadi dan dialami perusahaan global dan lembaga pemerintah dari negara besar. Meskipun demikian, Johnny menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar ekonomi digital berjalan dengan baik, melalui penyelesaian kasus peretasan data yang terjadi di platform digital.
 
Sebelumnya, Johnny ikut mengomentari kasus pembobolan atau peretasan data pengguna di Tokopedia oleh hacker dan dijualnya data tersebut di pasar gelap internet (dark web). Johnny meminta pengelola Tokopedia melakukan investigasi internal untuk memastikan dugaan kebocoran data di platform mereka.
 
Sementara itu, Laporan mengenai bocornya data pengguna Tokopedia pertama kali disebarkan oleh akun firma keamanan siber asal Israel lewat akun Twitter @underthebreach. Mereka mengklaim bahwa aksi peretasan data 15 juta pengguna Tokopedia ini terjadi pada bulan maret 2020 dan kini sudah dijual di dark web.
 
Diklaim bahwa data ini berisi alamat email, nama akun, dan hash password yang terkumpul dalam file database PostgreSQL. Bahkan diklaim sang peretas sudah menjual file berisi 91 juta catatan pengguna dengan harga USD5.000 atau kisaran Rp54 juta menurut kurs saat ini.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif