Apple dilaporkan berpeluang untuk mengurangi harga iPhone SE 2020 untuk dapat bersaing dengan Google Pixel 4a.
Apple dilaporkan berpeluang untuk mengurangi harga iPhone SE 2020 untuk dapat bersaing dengan Google Pixel 4a.

Apple Bisa Kurangi Harga iPhone SE

Teknologi teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 19 Mei 2020 16:26
Jakarta: Apple dikabarkan berpeluang mengurangi banderol harga iPhone SE yang telah dipasarkan dengan harga terjangkau, guna mendorong penjualan dan memindahkan sejumlah produksi iPhone ke luar Tiongkok.
 
Sebagai informasi, iPhone SE dipatok dengan harga dari USD399 (Rp5,9 juta), dan Apple tampaknya percaya diri akan dapat memenangkan perhatian pengguna Android dengan smartphone terjangkau barunya tersebut.
 
Mengutip Phone Arena, analis bank investasi Piper Sandler bernama Harsh Kumar, Apple mengaku tidak berkeberatan untuk mengurangi harga ponsel guna meningkatkan minat beli konsumen. iPhone SE diperkirakan memiliki margin biaya komponen sebesar 54 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biaya tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan margin kotor rata-rata Apple sebesar 30,4 persen. Dalam jangka panjang, Apple berencana untuk mengurangi margin sebesar 65,3 persen. Laporan sebelumnya menyebut bahwa Google Pixel 4a akan dipasarkan seharga dari USD349 (Rp5,2 juta) untuk model dengan ruang penyimpanan 128GB.
 
Karenanya, Apple mencoba untuk tetap kompetitif dengan mengurangi harga iPhone SE. Laporan terbaru soal Apple ini juga menyebut bahwa Apple berupaya untuk melakukan diversifikasi manufaktur ke lokasi di luar Tiongkok.
 
Sebab pemerintah Amerika Serikat baru saja mengumumkan perpanjangan larangan terhadap perusahaan asal Tiongkok, Huawei, selama satu tahun mendatang. Pemerintah AS juga berupaya membatasi kemampuan Huawei untuk memproduksi chip dan mendapatkan komponen penting dengan basis teknologi di Amerika Serikat.
 
Perpanjangan larangan dagang ini diperkirakan berbagai pihak dapat meningkatkan ketegangan antara kedua negara, dan Tiongkok berpeluang untuk melakukan tindakan balasan untuk pemerintahan Trump. Sebagian besar pabrik kontrak Apple berada di Tiongkok, dan Apple tidak dapat mengambil risiko mengganggu pabrik tersebut akibat keretakan antara kedua negara ini.
 
Salah satu lokasi yang diminati Apple adalah India, sebab Apple dilaporkan telah berdiskusi dengan pemerintah India terkait pemindahan kapasitas produksi senilai USD40 miliar (Rp593,06 triliun) selama lima tahun mendatang.
 
Produksi ini diperkirakan akan dilaksanakan oleh mitra Apple saat ini yaitu Winstrion dan Foxconn. Di saat bersamaan, Apple juga dilaporkan berencana untuk mengurangi ketergantungannya terhadap manufaktur asal Taiwan Foxconn.
 
Menurut laporan lainnya, Apple berpeluang untuk memindahkan sebesar seperlima dari kapasitas manufaktur ke India. Di sisi permintaan, Tiongkok berkontribusi sebesar 14,8 persen pada pendapatan Apple di Q1 2020.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif