Jack Dorsey, pendiri Twitter.
Jack Dorsey, pendiri Twitter.

Jack Dorsey Mundur dari CEO Twitter, Apa Penyebabnya?

Teknologi media sosial twitter
Cahyandaru Kuncorojati • 30 November 2021 06:50
Jakarta: Rumor yang sebelumnya beredar mengenai keputusan pendiri Twitter yaitu Jack Dorsey untuk mundur dari jabatan CEO Twitter kini sudah terjawab. Laporan terbaru menyebutkan Dorsey sudah resmi mengumumkan bahwa dirinya mundur dari jabatan penting tersebut.
 
Jack Dorsey mundur dari CEO Twitter namun masih akan memberikan pendampingan di jabatan jajaran direksi Twitter hingga keputusan pemegang saham tahun depan. Informasi yang ikut beredar mengklaim Dorsey akan lebih fokus ke  Square, layanan finansial yang dia ciptakan setelah Twitter di tahun 2009.
 
Pengumuman keputusan Dorsey meninggalkan Twitter juga disampaikan lewat akun Twitter pribadinya dengan handle @jack. Di pernyataan yang dia buat menuturkan bahwa dirinya meninggalkan Twitter setelah 16 tahun dan beberapa kali menjabat sebagai CEO adalah keputusan terbaik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Banyak yang mengklaim bahwa sangat penting sebuah perusahaan untuk terus dipimpin pendirinya. Bagi saya ini adalah hal yang harus dibatasi dan pada satu titik merupakan sebuah kegagalan,” tulis Dorsey.
 
“Saya telah bekerja keras memastikan perusahaan ini dapat berpisah dari pendirinya. Di sini ada tiga alasan yang menurut saya menjadi momen tepat untuk hal ini,” sambungnya.
 
Pertama, menurut Dorsey sang CTO Twitter yaitu Parah Agrawal yang bakal menggantikannya adalah orang pilihannya yang mampu mengisi posisi CEO Twitter. Kedua, keinginan Dorsey untuk bergabungnya Bret Taylor di jajaran direksi Twitter sudah terpenuhi.
 
Bret Taylor diklaim Dorsey mampu dipercaya untuk ikut memberikan arahan dalam memandu pertumbuhan Twitter. Taylor juga saat ini menjabat sebagai President & Chief Product Officer Salesforce, perusahaan penyedia software untuk layanan customer relationship management.
 
Alasan ketiga menurut Dorsey adalah semua tim Twitter memiliki potensi luar biasa tanpa harus selalu dipimpin Dorsey sebagai pendiri. Dia sekali lagi mempercayakan Agrawal yang juga memiliki pengalaman serupa yaitu berasa dari programmer yang mencintai pekerjaannya.
 
Dorsey menegaskan bahwa dirinya tidak akan selamanya menjabat kursi jajaran direksi Twitter. Dia menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Agrawal dan memberikan ruang baginya untuk memimpin. Dorsey optimistis bahwa langkah untuk pendiri berpisah dari perusahaannya adalah hal yang penting.
 
“Saya ingin kalian tahu bahwa ini adalah keputusan saya sendiri, hal ini tentu saja sulit. Saya sangat mencintai layanan dan perusahaan ini serta kalian. Saya sedih sekaligus bangga. Tidak banyak perusahaan yang bisa mencapai tahap ini dan tidak banyak pendiri yang memprioritaskan perusahaannya dibandingkan ego mereka sendiri,” tulis Dorsey.
 
Di akhir surat tersebut Dorsey mengaku ingin Twitter menjadi perusahaan paling transparan di dunia. Jack Dorsey sendiri beberapa kali sempat terlibat argumen dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengenai media sosial menyikapi kecepatan penyebaran informasi termasuk konten hoax di masa kini.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif