Masyarakat India menyerukan ajakan boikot smartphone Tiongkok sebagai dampak dari bentrok di perbatasan.
Masyarakat India menyerukan ajakan boikot smartphone Tiongkok sebagai dampak dari bentrok di perbatasan.

Pascabentrok, Warga India Boikot Ponsel Tiongkok

Teknologi teknologi smartphone
Lufthi Anggraeni • 20 Juni 2020 11:53
Jakarta: Ajakan boikot smartphone karya produsen asal Tiongkok menghiasi sejumlah jejaring sosial sebagai dampak dari bentrok antara militer di perbatasan kedua negara tersebut, hingga menewaskan sebanyak 20 personil tentara India.
 
Mengutip First Post, produsen smartphone yang menjadikan India sebagai salah satu pasar utamanya, seperti Xiaomi, realme, dan Haier, masih enggan berkomentar menyoal permasalahan ini. Sejumlah eksekutif senior perusahaan ini menyebut hingga saat ini aksi warga India ini belum berdampak pada penjualan mereka.
 
Salah satu pimpinan senior di perusahaan produsen smartphone ini menyebut mengalami peningkatan permintaan akibat pemberlakuan kebijakan beraktivitas di rumah sebagai dampak dari pandemik Covid-19, guna mendukung aktivitas bekerja dan belajar dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok di negara asal Mahatma Gandhi tersebut mengaku terpaksa memanfaatkan impor mahal guna memenuhi lonjakan permintaan. Sedangkan eksekutif dari perusahaan lain mengaku pihaknya tetap terfokus pada pengembangan, serta mengawasi situasi terkini di negara tersebut maupun di media sosial.
 
Di Twitter, topik seperti Boycott China, Go China dan Go Chinese Go masuk ke jajaran tagar yang menjadi tren. Dewan industri di Consumer Electronics and Appliances Manufacturers Association (CEAMA) menyebut sentimen ini terbentuk di pikiran konsumen India melalui berbagai media sosial.
 
Sentimen di pikiran konsumen India ini dapat disebut akan dapat terefleksi pada perilaku pembelian. Sebagai informasi, dominasi ponsel China di India sangat kentara sebab ada kuartal pertama tahun 2020, data biro riset IDC menyebut sebesar 76 persen ponsel yang terjual di India merupakan karya produsen asal Tiongkok, didampingi oleh Samsung dengan persentase 15,6 persen.
 
India merupakan pasar smartphone terbesar kedua bagi produsen asal Tiongkok setelah negaranya, dan sebanyak 152,5 juta unit smartphone buatan produsen negara Tirai Bambu tersebut dikapalkan ke India selama tahun 2019 lalu.
 
Sementara itu, Chairman of India Cellular and Electronics Association (ICEA) Pankaj Mohindroo menyebut bukan rahasia bahwa bagian substansif dari rantai pasokan India mengakar di Tiongkok.
 
Saat ini, India disebut tengah dalam upaya untuk meningkat ketergantungan pada negaranya selama beberapa tahun terakhir. Mohindroo juga meyakini bahwa kepemimpinan India dan Tiongkok akan menemukan resolusi jangka panjang dari ketegangan di perbatasan saat ini.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif