Pemegang saham baru Twitter berencana untuk melengsengkan Jack Dorsey dari jabatan sebagai CEO Twitter.
Pemegang saham baru Twitter berencana untuk melengsengkan Jack Dorsey dari jabatan sebagai CEO Twitter.

Pemegang Saham Baru Twitter Ingin Jack Dorsey Lengser?

Teknologi media sosial teknologi twitter
Lufthi Anggraeni • 03 Maret 2020 14:59
Jakarta: Pekerjaan CEO Twitter Jack Dorsey dilaporkan tengah di ujung tanduk, sebab pemegang saham besar baru Twitter, Elliott Management, berencana menggantinya dengan CEO baru.
 
Elliott Management mengucurkan investasi senilai USD40 miliar (Rp570,3 triliun). Elliott Management merupakan investor aktivis utama atau jenis investor yang mengakuisisi saham di perusahaan untuk mempengaruhi arah bisnis, dan dipimpin oleh miliarder Paul Singer.
 
Singer dilaporkan tidak tertarik terkait ide bahwa Dorsey menjabat sebagai CEO baik untuk Twitter dan Square secara simultan, dikutip dari berbagai sumber. Dengan saham sebesar empat persen di perusahaan yang diakuisisinya dengan nilai sebesar USD1 miliar (Rp14,3 triliun), Elliott Management bertujuan untuk menempatkan empat dewan baru di Twitter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiga posisi ini akan tersedia pada tahun 2020 ini, dan Elliott Management telah menominasikan empat direktur. Namun pembuktian keberhasilan rencana ini masih harus menunggu hingga rapat pemegang saham tahunan Twitter pada bulan Mei mendatang.
 
Sebagai informasi, Dorsey yang berusia 43 tahun merupakan CEO pertama Twitter sejak tahun 2008, dan kembali ke jabatan ini pada tahun 2015. Dorsey membantu mendorong pertumbuhan basis pengguna selama sekitar empat tahun.
 
Saham Twitter mengalami penurunan lebih dari 20 persen pada bulan Oktober lalu setelah Q3 pada tahun 2019 lalu. Penurunan ini disebut akibat bug pada sistem iklan bertarget milik perusahaan jejaring sosial berlogo burung biru ini.
 
Selain perusahaan pembayaran Square, Dorsey juga menduduki jabatan penting pada startup di bidang cryptocurrency CoinList. Dorsey hanya memiliki saham Twitter sebesar dua persen, dan mungkin akan dilengserkan dari jabatan CEO jika dewan pemegang saham dipengaruhi oleh Elliot Management.
 
Sebelumnya, Twitter menemukan empat tren lain dari analisa yang dilakukannya di Indonesia selama satu tahun terakhir. Empat tren ini diklaim Twitter dapat dimanfaatkan merek untuk kesuksesan aktivasi di Twitter selama Ramadan tahun selanjutnya.
 
Tren tersebut yaitu terkait gaming yang mengalami peningkatan selama dua kali lipat pada hari-hari pertama bulan Ramadan 2019, hiburan, olahraga dan Lingkungan Hidup juga ramai diperbincangkan selama Ramadan 2019.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif