Kumpulan nama domain.
Kumpulan nama domain.

PANDI: Domain .id Semakin Populer di Luar Negeri

Teknologi internet
Cahyandaru Kuncorojati • 17 Juli 2019 18:31
Jakarta: Organisasi Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) yang dipercaya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengurus penggunaan domain .id sebagai identitas halaman web Indonesia, mengumumkan informasi terbaru terkait kuartal pertama hingga kedua di 2019.
 
Disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus PANDI, Yudho Giri Sucahyo, bahwa tahun ini penggunaan domain .id telah mencapai 318.090 domain atau situs. Komposisinya 94,61 persen atau 304.126 situs berasal dari Indonesia dan 4,39 persen atau 13.964 domain atau situs berasal dari luar negeri.
 
"Selain Indonesia, ada empat negara yang turut populer mendaftarkan untuk menggunakan domain .id. Amerika Serikat 4.028 domain, Singapura 1.701 domain, Australia 744 domain, dan Jerman 679 domain," ungkap Yudho.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia sendiri tidak mengetahui alasan domain .id cukup populer di situs luar negeri. Namun ini sangat membanggakan menurutnya. Domain yang terdiri dari dua huruf dikenal sebagai akronim dari nama negara.
 
Domain .id yang awalnya dikampanyekan sebagai identitas Indonesia ternyata justru banyak digunakan oleh situs luar negeri. Sementara di Indonesia banyak yang masih menggunakan domain negara lain. Misalnya, Montenegro (.me), Colombia (.co), dan Tuvalu (.tv)
 
"Kami melihatnya karena domain .id lebih mudah dihafal dan dilafalkan ketimbang domain lain seperti miliki Singapura .sg atau Malaysia yaitu .my. Artinya, domain negara kita sebetulnya punya kekuatan yang bisa sama besarnya dengan domain .com," jelas Yudho.
 
Total akses kunjungan domain.id asal mancanegara juga tergolong besar menurut data hasil pemantauan PANDI.
 
Rata-rata pengaksesnya mencapai 10 miliar per hari. Amerika Serikat menjadi yang terbesar yaitu 23,98 persen baru kemudian Indonesia. Di posisi ketiga ada Singapura dan dilanjutkan Jerman, Swedia, Belanda, Finlandia, Irlandia, dan Prancis.
 
Di Indonesia sendiri domain .id kurang begitu populer. Dari program Satu Juta Nama Domain .id yang digagas Kominfo dan Pandi untuk UKM tanpa biaya pendaftaran dan hosting justru hanya dimanfaatkan oleh 50.000 domain dan hanya 30 persen yang memperpanjangnya di tahun kedua.
 
Menurut Yudho anggapan bahwa mengurus domain .id yang sulit dan kurang menunjukkan brand sebagai sebuah brand global menjadi faktor penyebabnya. Padahal perizinan untuk memiliki domain .di sudah mudah dengan biaya murah.
 
Penggunaan domain .id digencarkan Kominfo karena menggunakan server di dalam negeri untuk hosting dan memberikan sebuah kepercayaan. Selain itu, dalam jangka panjang membuat akses internet menjadi lebih murah karena semakin dominannya akses internet dalam negeri yang tidak membutuhkan bandwidth internasional yang mahal.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif